Hati-hati, merokok, menghirup pestisida beserta sejumlah faktor lain bisa memicu gangguan tidur langka.

Bersama dengan faktor cidera kepala, praktik pertanian dan kurangnya edukasi, kedua faktor di atas bisa menyebabkan gangguan tidur langka yaitu menendang atau memukul saat terlelap.

Hal ini terungkap dari hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal online Neurology®, milik Akademi Ilmu Syaraf Amerika (American Academy of Neurology), Rabu (27/6).

Mereka yang mengalami gangguan ini, dijuluki gangguan REM (rapid eye movement), memiliki ketegangan otot mata yang tidak normal, yang menyebabkan mereka bisa bergerak saat tidur atau di luar mimpi mereka.

Gerakan ini bisa menjurus ke kekerasan yang bisa menyebabkan cidera pada orang yang tidur di dekatnya. Gangguan ini diperkirakan terjadi pada 0,5% orang dewasa.

“Sampai saat ini, kami tidak mengetahui seberapa besar risiko dari gangguan ini, namun gangguan ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dan mereka yang berusia lanjut,” ujar Ronald B. Postuma, MD, MSc, yang menulis laporan penelitian ini bersama Research Institute of the McGill University Health Centre (MUHC) di Montreal, Kanada.

Penulis juga merupakan anggota American Academy of Neurology. “Kami bekerja sama dengan 13 lembaga di 10 negara untuk memeroleh gambaran penuh tentang gangguan ini.”

Gangguan ini juga bisa menjadi pertanda gangguan penyakit penurunan fungsi syaraf yang lain seperti Parkinson dan demensia.

Penelitian ini juga mengungkapkan, 50% dari mereka yang mengalami gangguan tidur ini akan mengalami penurunan fungsi syaraf dalam beberapa tahun mendatang. Informasi lebih lanjut mengenai gangguan tidur ini bisa diakses di sini: http://www.aan.com/patients.

Redaksi Hijauku.com