Merokok meningkatkan risiko kematian pada pasien dan penduduk yang telah berusia lanjut.

Kesimpulan ini terungkap dari laporan yang diterbitkan oleh Archives of Internal Medicine, Senin (11/6) lalu. Dalam laporan ini juga terungkap, upaya menghentikan kebiasaan merokok, bisa mengurangi risiko kematian pada penduduk dengan rentang usia yang sama.

Merokok telah lama dikenal sebagai penyebab banyak penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Namun kebanyakan dari penelitian terkait dampak negatif merokok ini dilakukan pada penduduk berusia paruh baya.

“Dalam penelitian ini kami menganalisis dampak kebiasaan merokok pada penduduk berusia 60 tahun atau lebih, dengan lebih memberikan perhatian pada faktor usia dan dampak merokok pada mereka yang berusia lanjut,” ujar Carolin Gellert dan koleganya dari Pusat Penelitian Kanker Jerman (DKFZ) di Heidelberg, Germany.

Para peneliti menganalisis 17 penelitian yang dilakukan di tujuh negara (Amerika Serikat, China, Australia, Jepang, Inggris, Spanyol dan Perancis) yang diterbitkan antara tahun 1987 dan 2011.

Penelitian-penelitian ini telah berusia antara 3-50 tahun dengan populasi yang diteliti mencapai 863 hingga 877.243 orang.

Dalam komentar tertulis, Tai Hing Lam, peneliti dari University of Hong Kong, menyatakan: “Banyak perokok yang meremehkan risiko merokok. Perokok berusia lanjut seringkali merasa terlalu tua untuk berhenti merokok atau bisa meraih manfaat dari berhenti merokok.”

Hasil penelitian ini menegaskan, berhenti merokok pada mereka yang berusia lanjut bisa mengurangi risiko kematian hingga 34%. Sementara risiko kematian pada perokok berusia lanjut naik hingga 83% dibanding mereka yang tidak pernah merokok.

Redaksi Hijauku.com