Upaya membuka akses ke pasar organik global terus dilakukan seperti yang saat ini tengah berlangsung di kota Nurenberg, Jerman.

Dalam konferensi yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini para peserta delegasi dan para ahli berupaya menganalisis dampak penetapan standar produk organik terhadap para petani di negara berkembang.

Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini juga akan mendiskusikan cara membantu petani organik di negara berkembang untuk masuk ke pasar internasional. Mereka akan mengupas kendala teknis memasarkan produk-produk organik di pasar global.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bekerja sama dengan UN Conference on Trade and Development (UNCTAD), dan International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM) sudah berupaya memromosikan akses ke pasar organik global sejak tahun 2002.

Menurut UNCTAD, jika sebuah produk memiliki sertifikasi organik, produk tersebut akan bisa menikmati harga yang lebih tinggi dibanding produk-produk konvensional dan diperdagangkan di pasar organik internasional yang saat ini tengah bergairah. Nilai penjualan produk organik dunia saat ini sudah mencapai US$ 60 miliar per tahun.

Dari 2 juta petani organik yang sudah tersertifikasi di seluruh dunia, sebanyak 80% petani organik berasal dari negara berkembang. Mereka menguasai 73% lahan pertanian pertanian organik global.

Pertanian organik selaras dengan konsep pertanian yang berkelanjutan. Konsep pertanian organik mengandalkan kondisi tanah yang sehat dan subur dan berusaha menghindari penggunaan pestisida dan pupuk kimia.

Penggunaan bahan kimia selain mengancam kesehatan petani juga mengancam kelestarian lahan pertanian bahkan kesehatan konsumen.

Untuk mensejahterakan petani dan menghadirkan produk yang bernutrisi tinggi, diperlukan proses standarisasi produk organik yang terjangkau oleh para petani organik di seluruh dunia.

Melalui standarisasi sistem pertanian organik, sistem ini bisa menjaga kesuburan dan mencegah erosi tanah sehingga pertanian organik bisa bertahan dari ancaman cuaca ekstrem seperti kekeringan dan curah hujan yang tinggi.

Redaksi Hijauku.com