Penelitian terbaru dari lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, menemukan 14 strategi efektif yang mampu mengurangi polusi dan dampak negatif perubahan iklim.

Menurut siaran pers NASA yang dirilis minggu lalu, bumi akan merasakan manfaat kesehatan dan kemananan pangan jika semua strategi ini bisa diterapkan dengan baik.

Penelitian yang dipimpin oleh Drew Shindell dari Goddard Institute for Space Studies (GISS), lembaga milik Nasa, di kota New York menyimpulkan, jika semua negara menerapkan empat belas strategi pengurangan emisi ini, kenaikan suhu bumi bisa ditekan hingga 0.9 ºF (0.5ºC) pada 2050.

Dunia juga bisa meningkatkan produksi pertanian hingga 135 juta metrik ton setiap musim dan mencegah ratusan ribu kematian prematur setiap tahun.

Wilayah yang paling merasakan manfaat pengurangan emisi ini adalah Asia dan Timur Tengah.

Shindell dan tim meneliti 400 strategi dengan menggunakan teknologi yang dievaluasi oleh International Institute for Applied Systems Analysis dari Laxenburg, Austria.

Penelitian ini akhirnya menemukan 14 strategi yang paling efektif untuk mengurangi emisi dan mencegah perubahan iklim.

Keempat belas strategi ini akan mengurangi tidak hanya polusi karbon hitam namun juga polusi metana, yang merusak lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari.

Shindell dan tim menyimpulkan, Rusia, Tajikistan dan Kyrgyzstan – negara yang memiliki wilayah tertutup es terluas – menjadi wilayah yang paling merasakan manfaat perlindungan perubahan iklim.

Iran, Pakistan dan Yordania menjadi wilayah yang paling merasakan manfaat dari kenaikan produksi pertanian. Sementara wilayah Asia Selatan dan wilayah Sahel di Afrika menjadi wilayah yang paling merasakan manfaat dari stabilnya iklim.

Jumlah kematian prematur di negara-negara di Asia selatan seperti India, Bangladesh dan Nepal juga bisa dikurangi. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science ini memerkirakan, sebanyak 700.000 hingga 4,7 juta kematian prematur bisa dicegah setiap tahun.

14 strategi pengurangan emisi ini meliputi:

1. “Menangkap” polusi metana dari tambang batu bara dan fasilitas minyak dan gas alam.

2. Memerbaiki infrastruktur untuk mendukung pengurangan polusi di pertambangan.

3. Mengurangi kebocoran emisi di pipa-pipa fasilitas minyak dan gas alam.

4. Mengurangi emisi yang dihasilkan oleh tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

5. Mencegah polusi dari air limbah dengan mengolahnya menggunakan teknologi modern.

6. Mengeringkan padi secara alami dengan bantuan angin dan sinar matahari.

7. Mencegah polusi yang dihasilkan oleh peternakan, salah satunya dengan mengolah kotoran ternak menjadi energi.

8. Mengurangi polusi karbon hitam dengan memasang filter di kendaraan bermesin disel.

9. Melarang kendaraan berpolusi tinggi beroperasi di jalan raya.

10. Mengganti peralatan masak dengan peralatan yang lebih bersih dan rendah emisi.

11. Mengganti pemanas air dengan pemanas yang lebih bersih dan hemat energi.

12. Mengganti tungku pembakar batu bata dengan tungku yang lebih ramah lingkungan.

13. Mengganti tungku didih logam (coke oven) dengan tungku yang lebih ramah alam.

14. Melarang pembakaran di ladang-ladang pertanian.

Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah cepat untuk menerapkan keempat belas strategi tersebut di semua negara di dunia. Kita bisa, jika kita mau melaksanakannya.

Redaksi Hijauku.com