Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung pestisida menyebabkan gangguan prilaku pada anak-anak berusia 8-15 tahun.

Sebuah penelitian skala nasional di AS menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi buah dan sayuran yang tercemar pestisida lebih berisiko menjadi anak yang hiperaktif dibanding mereka yang tidak.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics ini meneliti kandungan pestisida dalam air seni 1.139 anak berusia antara 8-15 tahun dari seluruh negara bagian Amerika.

Anak-anak yang dalam air kencingnya mengandung pestisida di atas rata-rata berisiko dua kali lipat lebih tinggi terkena gangguan prilaku hiperaktif dan pemusatan konsentrasi atau yang dikenal dengan nama ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Pencemaran pestisida – yang lebih dikenal dengan nama organophosphates ini – sudah sejak lama dikaitkan dengan gangguan prilaku dan gangguan kognitif pada anak-anak.

Namun penelitian-penelitian sebelumnya hanya berfokus pada komunitas petani yang terpapar langsung dengan pestisida dan komunitas yang berisiko lainnya. Sementara penelitian terbaru meneliti efek pencemaran pestisida pada populasi secara umum.

Maryse Bouchard, peneliti dari Universitas Montreal yang memimpin penelitian ini mengatakan, “Sayuran dan buah organik jauh lebih sedikit mengandung pestisida sehingga lebih cocok untuk anak-anak.”

Menurut Maryse, survey nasional di AS juga membuktikan bahwa sayuran dan buah yang dibeli langsung dari petani atau pasar lokal mengandung lebih sedikit pestisida dibanding sayuran dan buah impor. “Jadi jika Anda bisa membeli buah dan sayur langsung dari petani dan pasar lokal, itu jauh lebih baik,” tuturnya. Satu lagi alasan untuk beralih ke buah dan sayuran organik.

Redaksi Hijauku.com