Plastik ada di mana-mana. Pembuangan bahan sintetis seperti plastik menjadi masalah besar bagi seluruh komunitas di dunia. 

Jika tidak berhati-hati, bahan beracun dalam plastik bisa menimbulkan efek serius bagi kesehatan Anda.

Di Amerika, menurut laporan situs The Daily Green, sebanyak 10,5 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahun. Namun, hanya 1-2% yang berhasil didaur ulang.

Salah satu cara untuk mengenali plastik yang berbahaya bagi kesehatan adalah dengan mengetahui makna dari angka yang terletak dalam simbol segi tiga daur ulang.

Untuk menghindari racun kimia dari sampah plastik yang berbahaya bagi kesehatan, hindari pemakaian plastik yang memiliki kode daur ulang 3, 6 atau 7. Berikut rinciannya:

Plastik No.3

Biasanya bahan plastik ini digunakan untuk botol penyedap rasa, bahan mainan anak-anak, tirai mandi, botol detergen atau pembersih kaca, botol sampo, botol minyak goreng, kemasan makanan transparan, bungkus kabel, peralatan kesehatan, lis hordeng, jendela dan pipa.

Plastik No. 3 berisiko mengeluarkan racun kimia ke dalam makanan dan minuman. Proses produksi PVC juga dikenal menghasilkan racun dioksin yang mencemari alam sekitar.

Plastik No.6

Dikenal dengan nama “polystyrene” atau “styrofoam”, plastik No.6 ini biasanya dipakai untuk bahan piring dan gelas sekali buang, keranjang daging, karton telur, botol aspirin dan bungkus CD.

Anda harus berhati-hati terutama ketika Anda menggunakan gelas “styrofoam” berpenutup, yang saat panas bisa mengeluarkan bahan-bahan kimia beracun seperti styrene ke dalam kopi atau teh Anda.

Plastik No.6 juga dikenal sebagai salah satu plastik yang paling sulit untuk didaur ulang.

Plastik No.7

Plastik “serba guna” ini dipakai untuk bermacam jenis produk, termasuk diantaranya, botol bayi, botol galon air, bahan anti-peluru, kaca mata hitam, DVD, iPod, “casing” komputer, rambu-rambu, papan pengumuman, berbagai jenis bungkus makanan serta bahan nilon.

Plastik No. 7 dibuat dari bermacam bahan, ada yang aman, ada juga yang beracun seperti Bisphenol A (BPA), yang mengandung estrogen sintetis yang bisa mengacaukan sistem hormon manusia dan mengganggu kesehatan.

Diperkirakan lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia dan sebagian diantaranya berbahan baku minyak. (Bahkan, plastik yang berasal dari jagung pun bisa berbahaya bagi lingkungan, tergantung darimana kita mengalkulasi efeknya).

Beberapa langkah yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi penggunaan bahan plastik diantaranya adalah dengan membawa gelas, peralatan makan serta tas yang bisa dipakai ulang, menghindari produk dengan kemasan plastik yang berlebihan, serta menghindari bahan plastik sebisa mungkin pada setiap kesempatan.

Jangan lupa juga untuk mendaur ulang plastik semampu Anda dan menciptakan program daur ulang plastik di lingkungan sekitar.

Redaksi Hijauku.com