Klaten, 16 Maret 2024 – Krisis iklim tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan kebijakan dan
keilmuan, tapi juga harus melibatkan pendekatan agama dan budaya. “Urusan lingkungan
tidak bisa hanya diselesaikan lewat sains saja, tapi juga harus melibatkan tokoh agama.
Tantangan lingkungan hari ini semakin kompleks dan mendesak, sehingga perlu kesadaran
umat secara mendalam,” ungkap Hening Parlan, Koordinator Nasional GreenFaith Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara penandatanganan Kesepakatan Bersama
(MoU) antara GreenFaith Indonesia dan Sekolah Tinggi Hindu Dharma di Klaten, Jawa
Tengah, 16 April 2024.

Kesepakatan ini tidak hanya menjadi langkah formal antara dua lembaga, tapi juga
mencerminkan keseriusan umat beragama untuk berperan dalam mengatasi krisis iklim
yang terjadi saat ini. “Sangat penting bagi kita untuk melibatkan aspek spiritual dan nilai-
nilai keagamaan dalam penyelesaian masalah lingkungan hari ini,” tambah Hening.
Putu, Ketua Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten, mengungkapkan harapannya terhadap
kerjasama ini. "MOU ini diharapkan bisa berjalan dengan baik karena menjaga bumi
merupakan tugas bersama dan merupakan salah satu pengamalan dari ajaran Hindu,"
ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerjasama ini tidak hanya akan memberikan manfaat
bagi lingkungan, tetapi juga akan menjadi sarana bagi mahasiswa dan masyarakat untuk
terlibat aktif dalam upaya pelestarian alam

Kesepakatan Bersama ini membuka jalan bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman
kedua lembaga. Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten akan memiliki
kesempatan untuk terlibat aktif dalam program-program lingkungan yang diselenggarakan
oleh GreenFaith Indonesia seperti magang dan penelitian. Sebaliknya GreenFaith Indonesia
akan membuka program pelatihan tentang Keadilan Iklim bagi dosen dan mahasiswa.

Dalam hal penelitian, kerjasama ini membuka peluang studi multidisiplin tentang isu-isu
lingkungan yang relevan dengan konteks lokal. Hasil-hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi landasan bagi kebijakan lembaga dan institusi negara dan pendidikan juga sebagai
rujukan dalam aksi nyata untuk pelestarian lingkungan. Kesepakatan ini juga menekankan
pentingnya pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran besama tentang
pentingnya menjaga lingkungan, serta memberikan bantuan langsung dalam upaya-upaya
konservasi.

Kerjasama kelembagaan antara Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten dengan GreenFaith
Indonesia ini juga akan memperkuat jejaring dan dukungan antarlembaga dalam upaya pelestarian lingkungan. Melalui pertukaran pengalaman dan sumber daya, kedua belah
pihak akan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.

Dengan penandatanganan kerjasama ini, diharapkan untuk masa depan yang berkelanjutan
dan harmonis menjadi semakin nyata. Sinergi antara pendidikan, agama, dan lingkungan
tidak hanya akan memberikan manfaat bagi generasi saat ini, tetapi juga bagi generasi yang
akan datang. Sebuah langkah maju yang patut diapresiasi dalam upaya menjaga kelestarian
alam dan spiritualitas manusia.

Narahubung GreenFaith Indonesia

Nita Roshita (nita@greenfaith.org / 087878410107)