Oleh: Prof. Edvin Aldrian *

Tingginya hujan di bulan Agustus hingga dikhawatirkan, pada hari kemerdekaan pada 17 Agustus Jakarta akan diguyur hujan pula. Padahal dalam kondisi normal, Agustus merupakan bulan yang cenderung kering/kemarau dengan sedikit hujan. Pada awal bulan Agustus ini telah terjadi hujan deras yang menyebabkan beberapa wilayah Jakarta tergenang, meskipun dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apakah telah terjadi perubahan iklim sebagaimana dikhawatirkan IPCC seperti dengan adanya Banjir di Jerman dan Cina dan kondisi cuaca ekstrim lainnya di berbagai belahan dunia yang nampak pada akhir juli hingga awal bulan Agustus.

Hampir dipastikan jawaban atas pertanyaan diatas adalah karena telah terjadi dampak perubahan iklim terutama karena pemanasan global. Apabila kita melakukan analisis suhu muka laut, wilayah pertama di wilayah Indonesia dan kedua dilakukan untuk wilayah seluruh samudra Pasifik, maka akan didapat hasil-hasil yang memperlihatkan kondisi sebagai berikut. Analisis dilakukan setelah kita menghilangkan pengaruh musiman dan pola tahunan, maka akan didapat bahwa sinyal yang terkuat pertama dari kedua wilayah analisis adalah sinyal pemanasan global dan sinyal ENSO ( EL Nino dan La Nina). Untuk daerah yang kecil yaitu wilayah Indonesia maka pola yang paling dominan adalah pola pemanasan global dan dikuti oleh pola ENSO. Sedangkan bila dilakukan analisis serupa pada wilayah Samudera Pasifik maka pola yang akan didapat adalah pola ENSO untuk pola dominan pertama dan pola pemanasan global sebagai pola dominan kedua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa baik di wilayah yang kecil ataupun yg besar, pemanasan global dan ENSO merupakan dua pola dominan.

Hasil ini menunjukkan bahwa apabila tidak ada dominasi gejala ENSO seperti tahun El Nino kuat yang mendominasi maka yang kemungkinan terjadi adalah gejala pemanasan global. Saat ini pada tahun 2021 seluruh prediksi iklim dunia memberi prediksi bahwa tahun 2021 ini adalah tahun netral atau normal bukan tahun El Nino. Maka yang dapat terjadi adalah iklim yang dipengaruhi oleh pemanasan global. Inilah yang diramalkan akan terjadi tahun 2021 ini yaitu akan naiknya suhu muka laut dan terjadi kehangatan muka laut yang mengakibatkan besarnya angka penguapan sehingga menambah jumlah kemungkinan hujan yang turun. Apabila tahun 2020 gangguan lebih diakibatkan oleh rendahnya sunspot dari aktivitas matahari (Kompas 24 Juni 2020) maka dikhawatirkan akan terjadi kemarau basah akibat netralnya kondisi El Nino tahun 2021 ini.

Dengan tingginya curah hujan yang mungkin terjadi sebenarnya hal ini adalah kabar gembira bagi masyarakat karena iklim akan lebih menguntungkan bagi sektor pertanian mengingat saat ini kita sedang mengalami masa pandemi. Kondisi ini mengulang kejadian tahun 2020 dimana terjadi surplus di dunia pertanian akibat kemarau basah.

–##–

* Prof. Dr. Edvin Aldrian adalah Vice Chair IPCC Working Group I dan Profesor Riset Meteorologi dan Klimatologi di BPPT.