Hari ini, Senin, 7 September 2020 dunia memperingati Hari Udara Bersih untuk Langit Biru Dunia atau International Day of Clean Air for Blue Skies untuk pertama kalinya. Aksi advokasi ini bertujuan untuk mengurangi polusi udara yang semakin buruk dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Hari Udara Bersih untuk Langit Biru yang diinisiasi oleh Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme) ini diadopsi/diputuskan dalam Resolusi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2019.

Peringatan ini dilaksanakan agar masyarakat di seluruh dunia semakin sadar atas pentingnya udara bersih dan menfasilitasi aksi-aksi dalam meningkatkan kualitas udara. Korea Selatan menjadi tuan rumah peringatan ini.

Polusi udara mencabut 7 juta jiwa per tahun, memicu berbagai penyakit infeksi saluran penafasan akut, penyakit kardiovaskular hingga kanker. Setiap tahun, jutaan masyarakat menderita penyakit ini sehingga membebani dan mengurangi kualitas hidup mereka.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres menyeru negara-negara dunia dalam sambutannya untuk berkomitmen meninggalkan energi batu bara guna menciptakan perekonomian yang lebih bersih dan hijau serta mewujudkan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan, polusi udara juga berdampak negatif terhadap tanaman dan ekosistem. Polusi udara yang dikenal dengan nama “ozone air pollution” menurut UNEP bertanggung jawas atas kerusakan tanaman pangan sebesar 52 juta ton/tahun.

Polusi udara juga menjadi pemicu krisis iklim sehingga menjadi ancaman bagi generasi mendatang. Kabar baiknya, solusi untuk mengurangi polusi udara tersedia yaitu dengan beralih ke energi terbarukan.

Menurut Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP, pandemi COVID-19 membuktikan bahwa upaya menciptakan langit bersih adalah hal yang mungkin dilakukan. “Jika masyarakat mau mendengarkan ilmu pengetahuan, kita bisa bergerak cepat melindungi kesehatan masyarakat. Dengan mengurangi polusi udara, jutaan nyawa dan miliaran dollar biaya bisa diselamatkan per tahun,” tuturnya.

Redaksi Hijauku.com