Negeri Tapal Batas sebutan bagi perbatasan Indonesia – Malaysia. Kondisi ini terjadi karena adanya Persetujuan Tapal Batas Laut Indonesia dan Malaysia pada 17 Maret 1970. Perjanjian Tapal Batas ini melahirkan dua wilayah antara Indonesia dan Malaysia dalam satu pulau yaitu Pulau Sebatik.

Pulau Sebatik adalah bagian dari gugusan pulau-pulau kecil di Indonesia tepatnya di wilayah Provinsi  Kalimantan Utara. Sebagai kategori Pulau-Pulau Kecil Terluar atau PPKT,  Pulau Sebatik terbagi menjadi dua bagian yaitu Utara dan Selatan. Pada bagian sebelah barat, terdapat Pulau Nunukan dan di sebelah utara terdapat Kota Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Hal ini membuat pemuda pemudi dari berbagai wilayah di Indonesia bergabung dalam kegiatan yang disebut Ekspedisi Nusantara Jaya. Ekspedisi Nusantara Jaya atau ENJ merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim sesuai dengan Nawacita yang digagas pada masa kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Program ENJ berawal dari gagasan Presiden Jokowi yang dilaksanakan oleh Kemenko Bidang Maritim sebagai salah satu upaya uji coba gagasan tol laut,” ujar Ketua Koordinator ENJ tim Kaltara 2017, Muhammad Sidik (13/9/2017).

Kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya bertujuan untuk membentuk jaringan antarmasyarakat di Indonesia. Melalui langkah implementasi, kegiatan ENJ juga bertujuan untuk mendekatkan masyarakat satu dan lainnya serta membangun kemaritiman Indonesia sebagai aksi nyata menuju Poros Maritim Dunia.

Seluruh pemuda dan pemudi Indonesia yang tergabung dalam ENJ melaksanakan pengabdian masyarakat dengan berbagai tujuan rute pelayaran dibeberapa provinsi di Nusantara salah satu provinsi yang dituju adalah Provinsi Kalimantan Utara. Pada 2016 merupakan pertama kalinya tim ENJ Provinsi Kalimantan Utara melaksanakan pengabdian masyarakat di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan jumlah peserta 15 pemuda.

Lokasi tujuan ekspedisi 

Kegiatan ekspedisi yang diselenggarakan pertama kali pada tanggal 28 Oktober – 6 November 2016 ini memiliki beberapa program kegiatan diantaranya Pendidikan, Kesehatan dan Sosial Ekonomi. Pada tahun berikutnya, tim ENJ Kalimantan Utara kembali melaksanakan pengabdian masyarakat pada dua lokasi pulau yakni di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan.

“Alasan kami memilih pulau Sebatik dan Nunukan karena salah satu syarat untuk proses pelaksanaan kegiatan ini ditujukan untuk daerah kemaritiman yang berada dalam kategori 3T  (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal),” kata Sidik.

Sidik mengatakan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama kurang lebih 15 hari ini terhitung sejak tanggal 25 September – 10 Oktober 2017 dan diikuti oleh pemuda dengan jumlah sekitar 25 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Keberangkatan ekspedisi yang menyesuaikan jadwal kapal perintis ini, memiliki 5 program unggulan salah satunya adalah program pendidikan.

Sesuai dengan tujuan Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 yaitu meningkatkan konektivitas di pulau-pulau terdepan, terpencil, dan wilayah perbatasan melalui peningkatan akses terhadap kebutuhan bahan pokok sehari-hari, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan sarana dan pra sarana guna pembangunan di wilayah pulau-pulau dan perbatasan. Oleh karena itu, pendidikan menjadi hal yang turut berperan penting dalam program Ekspedisi Nusantara Jaya.

Perpustakaan mini

Seorang pemuda asal Bontang, Kalimantan Timur, Muhammad Qohhar Dwi yang turut tergabung dalam kegiatan ENJ Kaltara 2017. Ia mengungkapkan program pendidikan memiliki beberapa sub program salah satunya adalah Perpustakaan Mini di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Qohhar juga menjelaskan bahwa keberadaan perpustakaan mini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di daerah perbatasan agar dapat memperoleh wawasan yang luas dan menambah pengetahuan.

“Melalui perpustakaan mini, kami juga berharap agar ada dampak yang bisa kami berikan setelah usai melaksanakan Ekspedisi Nusantara Jaya Kaltara 2017 ini,” ujar Koordinator Bidang Pendidikan, Muhammad Qohhar Dwi.

Upaya membangun perpustakaan mini ini di dukung karena kecintaan Qohhar kepada dunia pendidikan. Berawal dari Kelas Inspirasi Balikpapan, Qohhar merasa bertanggungjawab atas pendidikan yang layak bagi anak-anak negeri tak terkecuali anak-anak di perbatasan yakni Indonesia-Malaysia.

Namun, langkah untuk membangun perpustakaan mini menemui beberapa kendala salah satunya yakni masih membutuhkan sekitar 500 buku layak baca. Guna mendukung aksi ini, Qohhar mengajak masyarakat untuk menyumbangkan buku layak baca untuk anak-anak di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.

“Saat ini kami membutuhkan kurang lebih 500 buku untuk membuat perpustakaan mini. Oleh karena itu, masyarakat dapat membantu dengan menyumbangkan buku layak baca serta pakaian layak pakai kepada kami. Selanjutnya kami akan langsung sumbangkan kepada dua pulau tujuan kami yaitu Nunukan dan Sebatik,” tutur Qohar.

Dukungan aksi nyata

Ada beberapa cara untuk dapat menghubungi tim Ekspedisi Nusantara Jaya Provinsi Kalimantan Utara 2017. Jika melalui media sosial, bisa langsung menghubungi melalui twitter di @ENJ_Kaltara, instagram di @ENJKaltara dan Fanspage Facebook di Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 Kaltara.

Selain di media sosial, tim ENJ Kaltara juga membuka open donasi berupa buku, peralatan dan perlengkapan sekolah, sembako, seragam sekolah, alat kesehatan dan uang dengan cara menghubungi Muhammad Sidik (0853 9399 9915) dan Saldy Wahyudi (0852 4714 1692) untuk wilayah Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Posko lainnya tersedia di berbagai lokasi yaitu wilayah Ciampea, Bogor oleh Abdi Ridha (0812 7979 2900), wilayah DKI Jakarta dan Tangerang oleh Fitra (0896 1982 2851), wilayah Bontang, Kalimantan Timur oleh Qohhar (0812 9123 0434) dan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Edy (0896 0144 3485).

Setelah buku-buku telah siap untuk disumbangkan, langkah tim ENJ Kaltara 2017 berikutnya adalah menggunakan rute transportasi laut. Sebelum tiba di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik, tim melakukan meeting point di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Usai meeting point, tim bergerak dari Kota Tarakan menuju Pulau Nunukan menggunakan kapal perintis Sabuk Nusantara 36 dengan jarak tempuh 12 jam.

“Dari Kota Tarakan, kami menaiki kapal perintis Sabuk Nusantara 36 menuju Nunukan dengan waktu tempuh sekitar 12 jam. Setelah itu, kami lanjutkan lagi pelaksanaan kegiatan di Pulau Sebatik selama 5 hari menggunakan kapal nelayan,” jelas Sidik.

Rencana berikutnya adalah penggunaan transportasi laut dari Pulau Nunukan menuju Pulau Sebatik menggunakan kapal getek atau dompeng melalui Pelabuhan Feri di Nunukan dan berakhir di Pelabuhan Mentikas. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan jalur Mentikas. Jalur ini dianggap memiliki rute yang cukup jauh karena memutari pinggiran Pulau Sebatik untuk menuju pusat kota Sebatik yaitu Desa Sei Nyamuk.

“Jalur ini terbilang cukup jauh karena jalannya memutari pinggiran pulau sebatik sehingga waktu tempuh cukup lama yaitu sekitar satu jam dari Pelabuhan Mentikas menuju Desa Sei Nyamuk atau pusat kota di Pulau Sebatik,” tutur Sarlan, pemuda ENJ Kaltara 2017 asal Nunukan, Kalimantan Utara.

Akses jalan yang cenderung sulit membuat tim ENJ Kaltara 2017 mempersiapkan segala perbekalan secara matang dan tepat agar dapat bermanfaat bagi masyarakat Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Sesuai dengan tema yang diusung dalam ekspedisi ini yaitu, “Terus Berkarya dan Mengabdi Membangun Negeri Untuk Mencapai Kejayaan Maritim Indonesia” tim ENJ Kaltara mengajak masyarakat agar dapat turut berperan aktif demi kesuksesan acara yaitu menyebarkan informasi-informasi secara luas.

–##–

Nara Hubung: Fitra Hasnu – 0896-1982-2851