Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak kerusakan lingkungan. Setidaknya ada sepuluh risiko lingkungan yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berbahaya bagi kesehatan anak.

Risiko-risiko tersebut mencakup:

1. Polusi Udara

Sebanyak 11-14% anak usia 5 tahun memiliki gejala asma. Gejala ini dipicu oleh polusi dalam dan luar ruang, asap rokok dan partikel-partikel berbahaya yang lain. Setiap tahun lebih dari 570.000 anak balita (usia di bawah 5 tahun) meninggal akibat penyakit pernafasan seperti pneumonia yang dipicu oleh polusi dalam dan luar ruang serta asap rokok.

2. Kurangnya Air Bersih dan Sanitasi

Setiap tahun sebanyak 361.000 anak balita meninggal karena penyakit diare. Kondisi ini bisa dicegah dengan memerbaiki akses ke air bersih, sanitasi dan mengubah kebiasaan BAB di sembarang tempat.

3. Keracunan Pestisida Akut

Bahan kimia pestisida banyak dipakai untuk mengendalikan hama seperti nyamuk. Pemakaian, penyimpanan dan pembuangan pestisida yang serampangan bisa meracuni anak-anak.

4. Malaria

Malaria penyakit yang ditularkan melalui nyamuk menyebabkan 300.000 kematian anak balita pada 2015. Tata kelola badan air yang baik bisa mengurangi risiko ini.

5. Risiko Racun Timbel

Racun timbel jika terpapar pada anak bisa menyebabkan gangguan fungsi syaraf dan otak. Risiko keracunan timbel ini berasal dari limbah elektronik, pemakaian cat bertimbel dalam bahan bangunan, mainan anak-anak dsb. Temukan informasi bahaya timbel di Hijauku.com dengan memanfaatkan fitur pencarian.

6. Keracunan Lingkungan

Kasus keracunan yang tak disengaja akibat bahan kimia rumah tangga yang berbahaya, keracunan obat, bensin/solar, jamur, termasuk racun dari ular dan laba-laba menyebabkan 23.000 kematian anak balita setiap tahun.

7. Risiko Dini Penyakit Kanker pada Anak-Anak

Menurut WHO, radiasi ion dan matahari, asap rokok dan pestisida bisa memicu penyakit kanker pada anak-anak.

8. Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah risiko terbesar bagi kesehatan anak-anak. Perubahan iklim bisa memicu gagal panen yang menyebabkan malnutrisi dan stunting, dehidrasi, stres akibat panas ekstrem, peningkatan polusi yang memicu asma, termasuk gangguan ginjal dan pernafasan.

Dua risiko yang lain adalah risiko kecelakaan akibat pola pembangunan yang serampangan, misalnya jalan, bangunan dan infrastruktur lain, yang tidak ramah anak dan risiko paparan polusi bahan-bahan organik dan kimia yang memicu perubahan hormonal yang menyebabkan tumor, kanker dan kelainan janin.

Mengurangi paparan 10 risiko tersebut terhadap anak-anak akan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup anak. Aksi tersebut juga bisa membantu pencapaian target pembangunan yang berkelanjutan. Salam aksi. Salam bestari.

Redaksi Hijauku.com