Mengapa ketahanan pangan penting dalam adaptasi perubahan iklim? 75% bahan pangan dunia hanya bersumber dari 12 jenis tanaman dan 5 jenis hewan. Gandum misalnya adalah bahan makanan yang mendominasi konsumsi pangan di Tanah Air.
Gandum diproduksi menjadi berbagai jenis produk seperti mie instan dan roti. Padahal, gandum tidak bisa dibudidayakan di Indonesia. 100% gandum yang dikonsumsi di Tanah Air adalah hasil impor. Juga beberapa bahan pangan lain yang masih diimpor seperti kedelai. Di bawah skema adaptasi perubahan iklim, satu negara atau komunitas harus mampu memroduksi dan memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri. Semakin jauh bahan pangan diimpor, jejak karbonnya juga semakin tinggi. Indonesia memiliki potensi pangan lokal yang cukup.
Namun korupsi, kurangnya keberpihakan terhadap petani dan pangan yang mereka produksi menjadi pokok permasalahan ini. Tarik ulur kepentingan membuat Indonesia sulit untuk bisa mandiri.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment