Protected planet - Pixabay - CocoparisienneKabar baik. Luas wilayah darat dan laut yang dilindungi terus bertambah. Saat ini 15% dari luas wilayah daratan dunia telah menjadi kawasan lindung/suaka. Sementara 12% luas wilayah perairan masuk dalam kawasan suaka. Cakupan wilayah suaka kelautan naik empat kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Data ini terungkap dalam laporan Protected Planet yang dirilis Sabtu, 3 September.

Menurut tim ilmuwan International Union for Conservation of Nature IUCN dan World Conservation Monitoring Centre, dunia saat ini memiliki 202.467 wilayah lindung dengan luas mencapai 20 juta km2 atau 14,7% dari luas daratan dunia, tidak termasuk Antartika. Luas tersebut hampir sesuai dengan Target Keanekaragaman Hayati Aichi yang menetapkan 17% wilayah dunia dalam lindungan pada 2020.

Luas wilayah darat yang dilindungi ini telah berkurang 0,7% dibanding laporan Protected Planet sebelumnya. Tim ilmuwan menyatakan kondisi itu dipicu oleh perubahan data seperti data batas wilayah dan dikeluarkannya sejumlah lokasi dari pusat data wilayah lindung dunia.

Negara yang paling banyak melindungi lahannya berasal dari Amerika Latin dan Karibia dengan luas mencapai 5 juta km2. Separuh dari wilayah tersebut ada di Brasil yang memiliki wilayah lindung terbesar di dunia dengan luas 2,47 juta km2. Negara di Timur Tengah menjadi negara yang paling sedikit melindungi lahannya yang hanya 3% dari luas wilayah atau seluas 119.000 km2.

Sementara luas wilayah suaka kelautan naik dari hanya 4 juta km2 pada 2006 menjadi hampir 17 juta km2 saat ini yang mencakup 4% dari seluruh luas samudera dunia atau setara dengan wilayah Rusia.

Tantangan besar menghadang

Namun dari semua capaian tersebut masih banyak perbaikan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola wilayah lindung. Menurut tim IUCN, saat ini kurang dari 20% negara memenuhi komitmen mereka untuk melindungi wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati – yang sudah memiliki status wilayah lindung atau suaka. Kualitas dan efektivitas tata kelola wilayah lindung di seluruh dunia menurut IUCN masih banyak dipertanyakan.

Laporan Protected Planet tahun ini menyarankan semua negara untuk memerkuat upaya perlindungan wilayah lindung. Terutama memerbaiki tata kelola sektor perikanan, pengendalian spesies yang invasif, yang melalui pemanfaatan kearifan lokal akan bisa meningkatkan kualitas aksi perubahan iklim yang mengancam kelangsungan keanekaragaman hayati.

Dengan langkah-langkah tersebut dunia bisa menahan laju kerusakan keanekaragaman hayati, meningkatkan keamanan pangan dan air dan kesiapan komunitas yang rentan dalam menghadapi bencana alam dan perubahan iklim.

Redaksi Hijauku.com