Wildfire in California - FEMA - Andrea BooherPerubahan iklim dan pemanasan global meningkatkan risiko kebakaran di berbagai penjuru bumi. Peringatan terbaru ini disampaikan oleh lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani bencana, UN Office for Disaster Risk Reduction (UNISDR), Kamis, 11 Agustus 2016.

Di wilayah Provence di selatan Perancis, sebanyak 2000 petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melahap 3237 hektar lahan. Sebanyak 10.000 jiwa diungsikan dari muara sungai Rhone yang dilanda kekeringan. Sementara itu di California Tengah di Amerika Serikat, kebakaran melanda 27.113 hektar lahan. Sebanyak 4.800 petugas pemadam kebakaran telah diterjunkan untuk memadamkan api yang telah menghanguskan 57 rumah tersebut.

Menurut UNISDR, risiko kebakaran hutan terus meningkat seiring dengan meningkatnya suhu bumi dan kondisi kekeringan di berbagai wilayah dunia. Tahun lalu saat bumi mencetak rekor suhu tertinggi, bencana kekeringan dan gelombang panas dilaporkan naik di atas rata-rata. Tahun ini, risiko yang sama diperkirakan juga akan meningkat, seiring dengan meningkatnya suhu bumi yang terus mencetak rekor baru setiap bulannya.

UNISDR melaporkan, risiko kebakaran juga diperparah oleh buruknya tata kelola hutan dan pertumbuhan wilayah perkotaan yang mendekati wilayah hutan seperti yang terjadi kota Funchal di Portugal yang telah menghanguskan 150 rumah dan Marseille di Perancis.

Kebakaran hutan dan lahan merusak sumber daya alam dan jasa lingkungan termasuk jasa penyimpanan karbon, perlindungan keanekaragaman hayati dan sumber air. Kebakaran juga meningkatkan risiko erosi tanah dan degradasi lahan selain memicu perubahan iklim. Data UNISDR menyatakan, nilai kerugian dari hilangnya jasa lingkungan mencapai antara US$146-191 miliar per tahun.

Redaksi Hijauku.com