City of trees - Torbakhopper FlickrKeberadaan pohon terbukti menyelamatkan jiwa dan mencegah penyakit pernafasan. Pohon, di hutan maupun di perkotaan, mampu menghilangkan polusi udara dengan cara menyerap benda-benda partikulat dan gas-gas polutan melalui daun-daunnya. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di US Forest Service dan tim yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal Environmental Pollution.

Penelitian yang dilakukan oleh Dave Nowak dan Eric Greenfield dari US Forest Service dan Satoshi Hirabayashi serta Allison Bodine di Davey Institute ini menyimpulkan, pepohonan mampu menyelamatkan lebih dari 850 jiwa per tahun dan mencegah 670.000 risiko penyakit pernafasan akut. Nilai kesehatan yang diberikan oleh pepohonan mencapai US$ 7 miliar per tahun.

Selama ini manfaat langsung pepohonan terhadap kesehatan tidak banyak diketahui. Melalui simulasi komputer digabung dengan data dan informasi lokal terungkap, pepohonan ternyata mampu menghilangkan 17,4 juta ton polusi udara di 2010. Pengurangan polusi terbesar terjadi di wilayah pedesaan, sementara manfaat kesehatan lebih banyak dirasakan di wilayah perkotaan .

Penelitian ini mengamati empat jenis polutan yang penting dalam menentukan standar kualitas udara: nitrogen dioksida, ozon, sulfur dioksida dan benda-benda partikulat dengan diameter kurang dari 2,5 mikron (PM2.5). Secara global data WHO menunjukkan, polusi udara mencabut 7 juta nyawa setiap tahun. Keberadaan pepohonan baik di perkotaan maupun pedesaan telah terbukti mampu mencegah korban jiwa lebih banyak lagi.

Redaksi Hijauku.com