Good food display - National Institutes of HealthAsia seharusnya tidak menyia-nyiakan aset utama mereka yang paling berharga. Aset tersebut adalah keanekaragaman hayati yang mampu mewujudkan ketahanan pangan, kesejahteraan dan keseimbangan jasa ekosistem. Hal ini terungkap dalam berita Organisasi Pangan Dunia (FAO) yang saat ini tengah menyusun laporan kondisi keanekaragaman hayati dunia yang akan diluncurkan pada 2017.

Asia memiliki 5 negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Negara-negara ini menjadi rumah bagi berbagai spesies penting dan langka. Kelima negara Asia tersebut adalah China, India, Indonesia, Malaysia dan Philipina.

Menurut FAO, Asia juga menjadi rumah bagi berbagai jenis pangan non-tradisional, beserta pengetahuan dan sistem produksinya, termasuk cara menjaga keanekaragaman hayati untuk ketahanan pangan dan pertanian.

Dari data FAO terungkap, dari 50.000 lebih tanaman pangan, hanya sekitar 7.000 yang sudah dibudidayakan sepanjang sejarah manusia. Sementara dari 175.000 jenis ikan, kerang dan tanaman laut, baru 200 spesies yang sudah dikonsumsi oleh manusia. Dan baru 35 spesies binatang yang sudah diternakkan dan digunakan dalam produksi pangan dan pertanian.

Menjaga keanekaragaman hayati juga berarti menjaga keseimbangan ekosistem yang menunjang sistem pangan dan pertanian. Jika lingkungan dan keanekaragaman hayati terganggu, sistem pangan dan pertanian juga akan rusak. Manusia akan bergantung pada sistem non-alami seperti yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Ketergantungan terhadap pestisida, insektisida, pupuk kimia merusak keseimbangan keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem seperti sistem penyerbukan dan hilangnya predator alami. Bahan kimia dan hormon pertumbuhan yang dipakai dalam industri perikanan dan peternakan juga meracuni kesehatan.

Untuk itu, menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati menjadi misi bersama untuk menjamin keamanan pangan, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian ekosistem dunia.

Redaksi Hijauku.com