3R Lifestyle - Nkululeko MasondoMengubah gaya hidup menjadi solusi guna menciptakan dunia yang lebih efisien. Tanpanya, dengan gaya hidup dan pola konsumsi yang ada sekarang, kita akan memerlukan dua planet baru guna memenuhi kebutuhan kita akan sumber daya alam. Hal itu terjadi pada saat jumlah penduduk dunia mencapai 9,6 miliar pada 2050.

Hal ini terungkap dalam laporan yang diluncurkan di Nagoya, Jepang, 11 November 2014 oleh Kementrian Lingkungan Jepang yang didukung oleh Pemerintah Swedia dan WWF.

Pengembangan Program Edukasi dan Gaya Hidup 10YFP/Sustainable Lifestyles and Education Programme (SLE) – berkoordinasi dengan Program Lingkungan PBB dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) – adalah aksi keempat dibawah “10-Year Framework of Programmes on Sustainable Consumption and Production Patterns” (10YFP) yang dimandatkan oleh oleh pertemuan pembangunan berkelanjutan Rio+20 pada 2012.

Program SLE ini akan bertindak sebagai sarana memromosikan gaya hidup berkelanjutan dalam level internasional, regional and nasional.

Program ini juga berfungsi guna memastikan bahwa gaya hidup memiliki kontribusi positif dalam mengatasi tantangan global seperti menciptakan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, konservasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial.

Program ini memiliki tiga kegiatan utama: mengembangkan dan mereplikasi gaya hidup yang berkelanjutan (termasuk gaya hidup rendah karbon), melakukan edukasi gaya hidup berkelanjutan (termasuk memobilisasi dan pemberdayaan kaum muda) serta mengubah gaya hidup generasi muda saat ini dan pada masa datang.

Konteks, budaya dan norma akan menjadi pertimbangan dalam memerkenalkan gaya hidup yang berkelanjutan ke masyarakat. Pada tahun 2009, UNEP dan mitranya telah melakukan survei global yang melibatkan 8,000 kaum muda dari 20 negara. Survei itu bernama Global Survey on Sustainable Lifestyles (GSSL).

Dari survei ini ditemukan bahwa menciptakan gaya hidup berkelanjutan berarti “memikirkan kembali cara hidup kita, cara kita berbelanja dan apa yang kita konsumsi….agar semua gaya hidup tersebut dilakukan ramah atau selaras dengan lingkungan,” sebagaimana dikutip dalam berita Program Lingkungan PBB (UNEP).

Redaksi Hijauku.com