Top 3 Promising Clean TechnologiesMembangun industri energi bersih lokal kunci pertumbuhan ekonomi negara berkembang.

Sektor usaha kecil menengah (UKM) menjadi motornya. Industri energi bersih juga bisa menciptakan lapangan kerja baru. Kedua tujuan tersebut akan terwujud dengan mengakses pasar energi bersih di negara berkembang senilai $1,6 triliun.

Negara-negara di Amerika Latin dan Afrika – dengan pangsa pasar energi bersih senilai $349 miliar dan $235 miliar – adalah contoh pasar potensial bagi UKM-UKM ini.

Hal ini terungkap dari laporan terbaru yang diterbitkan oleh infoDev, program inovasi dan kewirausahaan dari Bank Dunia berjudul “Building Competitive Green Industries”. Menurut infoDev, UKM adalah penggerak utama penciptaan lapangan kerja. Dan lapangan kerja di energi bersih biasanya memiliki kompensasi dan kondisi kerja yang lebih baik.

Pekerja di sektor energi bersih biasanya lebih trampil sehingga memeroleh gaji yang lebih tinggi dengan kondisi kerja yang lebih aman. Menggabungkan dua potensi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Membangun industri energi bersih di dalam negeri akan menciptakan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi negara berkembang,” ujar Anabel Gonzalez, Direktur senior Bank Dunia. “Pada saat yang sama, aksi ini juga bisa menjamin ketersediaan akses ke energi bersih yang terjangkau, akses ke air bersih dan industri pertanian yang tahan ancaman perubahan iklim.”

Hanya dalam satu dekade terakhir, energi bersih telah menjadi pasar yang nilainya sangat besar dan mendunia. infoDev memerkirakan, dalam 10 tahun mendatang, negara-negara berkembang akan berinvestasi sebesar $6,4 triliun di energi bersih dan dana yang bisa diakses oleh UKM, nilainya mencapai $1,6 triliun.

China, Amerika Latin dan Afrika Sub-Sahara adalah tiga pasar terbesar bagi UKM energi bersih di negara berkembang dengan nilai pangsa pasar sebesar $415 miliar, $349 miliar dan $235 miliar. Sektor-sektor energi bersih potensial di wilayah ini mencakup fasilitas pengolahan air limbah, turbin angin darat, panel surya, mobil listrik, bioenergi dan pembangkit listrik mikro bertenaga air.

Guna mengoptimalkan potensi lingkungan dan ekonomi ini, banyak cara yang bisa dilakukan guna menumbuhkan kewirausahaan hijau. Bagi UKM tantangan utama adalah pembiayaan, terutama pada tahap awak dan tahap pertumbuhan proyek. Negara bisa membantu dengan memberikan insentif agar industri energi bersih dalam negeri bisa terbangun.

Laporan ini memberikan berbagai cara praktis untuk membantu UKM sektor energi bersih. Dengan cara memberikan pembiayaan yang inovatif, pelatihan kewirausahaan, akselerasi bisnis, pengembangan pasar, pengembangan teknologi, termasuk menciptakan peraturan dan landasan hukum yang jelas. Berbagai kasus studi – dari Korea Selatan, India, Thailand, Ethiopia – juga tersedia dalam laporan ini sehingga bisa dipelajari lebih lanjut oleh negara-negara berkembang lain termasuk Indonesia.

Redaksi Hijauku.com