MoU signed_green school (500x334)Tanda tangani nota kesepakatan bersama untuk ciptakan generasi hijau yang berwawasan pembangunan berkelanjutan.

Bali, 28 Agustus 2014 – Program Education for Sustainable Development (ESD) atau Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang telah diadopsi pemerintah Indonesia pada 2011 lalu telah melahirkan sejumlah sekolah hijau yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Kesuksesan program ESD dalam membangun karakter cinta lingkungan serta menerapkan aktivitas ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari berhasil mendapatkan pengakuan dan dukungan secara internasional dari PBB. Bentuk dukungan tersebut dinyatakan dengan kunjungan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon ke Bali untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara BP REDD+, Green School International Bali, dan UNORCID dalam menciptakan generasi hijau yang berwawasan pembangunan berkelanjutan.

Acara penandatanganan kesepakatan resmi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jendral PBB – Ban Ki Moon, Kepala Badan Pengelola REDD+ – Heru Prasetyo, Satya Tripathi – Director of United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia (UNORCID), H.E. Morten Høglund – Norwegian Deputy Minister of Foreign Affairs, H.E. Stig Traavik – Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, John Hardy – Founder of the Green School and Representative Leaders of Schools in the REDD+ Network of Green School Program, Dr. Ni Putu Tirka Widanti – Presiden Yayasan Kul-Kul (Yayasan Green School International Bali). Penandatanganan ini juga disaksikan oleh sekitar 400 orang siswa-siswi Green School International Bali dan pihak terkait lainnya.

ESD adalah program pendidikan yang secara formal sudah diadopsi oleh pemerintah guna menjadi wadah pengembangan pengetahuan untuk seluruh aspek pembangunan berkelanjutan, termasuk aspek terkait REDD+ (Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation/Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan). Indonesia mengadaptasi ESD sebagai bagian dari komitmen dunia untuk mengedukasi masyarakat dunia, sehingga dapat mengambil peran dan keputusan yang lebih bertanggung jawab dalam pelestarian sumber daya alam dan peradaban manusia.

Dalam pidato pembukaannya, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon menuturkan, “Saya telah berkeliling ke banyak negara dan bertemu dengan banyak orang. Green School International Bali adalah sekolah paling unik yang pernah saya kunjungi. Saya mengucapkan terima kasih atas komitmen dan visi yang kuat dari sekolah ini untuk membuat dunia sehijau mungkin. Merupakan tanggung jawab saya sebagai pemimpin masa saat ini untuk menyediakan lingkungan yang hijau dan berkesinambungan bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin di masa mendatang. Saya akan memberikan dukungan penuh untuk inisiatif ini dan mari kita ciptakan dunia yang berkelanjutan secara ekonomis, sosial, dan lingkungan; sehingga generasi muda kita dapat hidup dengan damai.”

Sebagai organisasi yang mengelola pelaksanaan prorgam REDD+ di Indonesia, Kepala BP REDD+, Heru Prasetyo menanggapi, “Sebagai Kepala BP REDD+, saya ditugaskan oleh Presiden Indonesia untuk memastikan bahwa pembangunan terjadi sejalan dengan peningkatan kesejahteraan manusia serta mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi. Hal ini hanya bisa dicapai jika kita mengatasi tantangan secara lintas generasi. Melihat begitu banyak siswa-siswi yang terseyum di depan saya ini, semakin memperkuat visi BP REDD+ bahwa permasalahan ‘keberlanjutan’ tidak dapat dicapai dengan hanya dengan mengubah gaya hidup dan sistem nilai saja. ‘Keberlanjutan’ adalah sebuah cara untuk hidup. Semua yang ada di hadapan saya sekarang adalah generasi baru yang mempelopori cara hidup baru untuk menjadi bagian dari penduduk sejati dunia. “

Heru menambahkan, ”Bayangkan kekuatan yang dapat dilakukan oleh 400 siswa siswi di sini untuk mendorong agenda ‘keberlanjutan’ di masa depan. Mereka dapat memberikan contoh bagi keluarga dan komunitas sekitar bahwa keberlanjutan adalah cara hidup yang lebih sehat dan memperkaya hidup. Dalam kesempatan ini, atas nama Pemerintah Indonesia, saya juga dengan bangga mengumumkan inisiatif baru bahwa pada tahun 2017 kami ingin melahirkan ‘Satu Juta Duta Muda Hijau’ di berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Ini sekaligus merupakan komitmen kami yang termasuk dalam sepuluh prioritas kegiatan penerapan REDD+ di Indonesia. Dengan bekerja bersama, meningkatkan skala capaian, dan bergabung bersama sekolah hijau; kami yakin dapat menghasilkan generasi hijau di masa depan.“

Melalui program ESD, masyarakat Indonesia memperoleh informasi tentang bagaimana menghadapi permasalahan lingkungan, khususnya deforestasi, perubahan iklim, dan gas rumah kaca. Dengan demikian, masyarakat menjadi terdidik dengan baik terhadap isu-isu ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Tidak mustahil, paradigma pemikiran tersebut bisa membawa Indonesia ke tingkat yang lebih lanjut dalam hal pelestarian hutan dan sumber daya alamnya.”

Sebagai sekolah yang telah menerapkan program ESD, Green School International Bali telah menyusun konsep sekolah, infrastruktur, tenaga pengajar hingga kurikulum yang memperhatikan aspek ramah lingkungan. Hal ini diakui oleh Dr. Ni Putu Tirka Widanti – Presiden Yayasan Kul-Kul (Yayasan Green School International Bali), “ Sekolah ini sengaja didesain dengan memperhatikan berbagai aspek lingkungan yang memungkinkan siswa dan seluruh staf menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, antara lain adanya pusat daur ulang (recycle center), tempat untuk menghemat air, pembuatan kompos, serta sistem micro-hydro yang sedang dalam proses pembangunan sebagai sumber listik untuk sekolah. Dengan tersedianya fasilitas ini, seluruh penduduk sekolah akan terbiasa hidup ramah lingkungan dan menjadikannya gaya hidup sehar-hari. Kami sangat bangga dengan penandatanganan nota kesepakatan hari ini yang menunjukkan bukti dan dampak nyata terhadap upaya yang telah dilakukan sekolah selama ini.”

Sebagai bukti nyata penerapan ESD, BP REDD+ telah memiliki Program Sekolah Hijau yang mengarusutamakan ESD di Kalimantan Tengah. Program ini dirancang untuk mendorong kesadaran masyarakat melalui sekolah dan para mitra untuk membangun karakter cinta lingkungan dan menerapkan aktivitas ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga mengharapkan dunia pendidikan untuk berpartisipasi dalam mengimplementasikan empat pilar pembangunan berkelanjutan, yaitu pembangunan ekonomi yang adil, pelestarian lingkungan hidup, mengembangkan ketahanan sosial, serta memperkuat kearifan lokal dan keanearagaman budaya.

Dalam kurun waktu tahun 2011-2014, Program Sekolah Hijau ini telah disosialisasikan ke sebanyak 185 sekolah dan dihadiri lebih dari 1000 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Guru, Komite Kades/Sekdes dan perwakilan Dinas Pendidikan dan BLH, Dinas Kehutanan dari seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Tengah.

Penandatangan nota kesepakatan bersama antara BP REDD+, Green International School Bali , dan UNORCID merupakan satu milestone baru untuk memperkuat implementasi Program ESD dan lahirnya lebih banyak sekolah hijau di Indonesia.

Kontak media

Sari Soegondo
Tim Komunikasi Publik
Badan Pengelola REDD+
Phone: +61-21-2500 811
Fax: +62-21-2500 822
Mobile: +62 811 811 373
Email: sarisoegondo@gmail.com