Typhoon Bopha - NASA GoddardHanya tekad yang kuat yang bisa mencegah kenaikan suhu bumi melampaui 2°C. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), yang dirilis Kamis (5/11) menjelang Konferensi Perubahan Iklim yang akan berlangsung di Warsawa, Polandia.

Laporan berjudul Emissions Gap Report 2013 ini disusun oleh 44 lembaga ilmiah di 17 negara. Menurut UNEP walau semua negara berhasil mencapai target iklim mereka, konsentrasi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dunia, akan 8-12 Gigaton setara CO2 (GtCO2e) lebih banyak dari batas emisi agar kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C.

Jika jarak ini tidak bisa dicapai atau dipersempit pada 2020, peluang untuk membatasi kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C akan tertutup, sehingga dunia perlu menciptakan target efisiensi energi dan biomassa yang lebih ambisius dan lebih cepat (sehingga lebih mahal) dengan mengandalkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage).

Agar dunia tetap dalam jalur menekan kenaikan suhu bumi di bawah 2°C, emisi gas rumah kaca harus ditekan maksimal 44 GtCO2e pada 2020, sehingga memuluskan jalan pemangkasa emisi pada periode berikutnya yaitu 40 GtCO2e pada 2025, 35 GtCO2e pada 2030 dan 22 GtCO2e pada 2050.

Karena target ini dimulai pada 2010, laporan ini menyatakan peluang untuk mencapai target ini semakin berat. “Jika dunia terus menunda aksi, maka krisis dan dampak perubahan iklim akan semakin parah. Efeknya akan terjadi dalam waktu dekat,” ujar Direktur Eksekutif UNEP, Achim Steiner.

Dan jika peluang untuk menekan suhu bumi di bawah 1,5°C sudah tertutup, maka kesempatan untuk memerkenalkan teknologi yang ramah iklim menuju masa depan yang lebih hijau dan lestari akan semakin terhambat.

Menurut UNEP, jumlah total emisi gas rumah kaca dunia 2010, telah mencapai 50,1 GtCO2e. Jika tidak ada aksi penurunan emisi, konsentrasi gas rumah kaca bumi akan mencapai 59 GtCO2e pada 2020 atau 1 GtCO2e lebih tinggi dibanding perkiraan tahun lalu. Para ilmuwan sepakat, jika dunia gagal menekan kenaikan suhu bumi di bawah 2°C pada akhir abad ini, kerusakan akibat krisis iklim tak bisa dielakkan lagi.

Redaksi Hijauku.com