Sao Paulo Stock Exchange - Rafael MatsunagaPemegang saham semakin menuntut perusahaan agar lebih banyak memerhatikan isu lingkungan dan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan. Hal ini terungkap dalam laporan Ernst & Young berjudul “Taking flight: Environmental sustainability proposals gain more attention,” yang dirilis baru-baru ini.

Kesimpulan ini diambil dari analisis 900 proposal yang diajukan pemegang saham ke perusahaan yang tergabung dalam indeks Russell 3000. Indeks Russell 3000 berisi 3000 perusahaan publik terbesar di AS yang mewakili 98% saham yang diperdagangkan di bursa AS. Data-data ini diambil dari rapat-rapat pemegang saham tahunan mereka yang berlangsung hingga 30 Juni 2013.

Dengan menyetujui dan mengajukan proposal-proposal ini, para pemegang saham berupaya mendorong perusahaan agar lebih memerhatikan isu-isu lingkungan seperti isu perubahan iklim, isu keberlanjutan (sustainability), risiko-risiko pemanfaatan dan pengolahan energi seperti isu efisiensi dan polusi, isu daur ulang hingga isu penanganan limbah industri.

Dari analisis Ernst & Young terungkap, jumlah proposal yang diajukan oleh para pemegang saham naik tipis, sebesar 6% dibanding tahun lalu. Topik lingkungan dan sosial (LS) mendominasi proposal yang diajukan oleh para pemegang saham yaitu mencapai 40%.

Dalam topik LS, sebanyak 36% terkait dengan permintaan informasi lobi-lobi politik perusahaan dan 35% terkait proposal lingkungan dan aksi-aksi hijau lain, misal aksi mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dari seluruh proposal pemegang saham yang diajukan, dukungan rata-rata yang diraih mencapai 33%. Dukungan rata-rata terhadap proposal lingkungan dan sosial (LS) mencapai 21% atau naik dua kali lipat dibanding periode 2005. Sementara dukungan rata-rata terhadap proposal lingkungan dan isu-isu hijau lain (LIH) lebih tinggi yaitu mencapai 23%. Dukungan ini mendekati syarat dukungan yang diperlukan yaitu 30% agar proposal mendapat perhatian serius dari direksi perusahaan.

Ada tiga topik dalam proposal LIH yang banyak mendapatkan dukungan dari perusahaan. Topik pertama adalah perubahan iklim dan keberlanjutan, yang menempati porsi 46% dari proposal LIH yang diajukan – dengan dukungan rata-rata mencapai 27%. Topik kedua adalah efisiensi energi dan daur ulang, yang jumlahnya mencapai 14% dari proposal yang diajukan – dengan dukungan rata-rata mencapai 11%. Dan yang terakhir proposal terkait risiko ekstraksi energi, yang jumlahnya mencapai 12% – dengan dukungan rata-rata 27%. Laporan lengkap Ernst & Young bisa diunduh dalam tautan berikut ini: Sustainability Proposals.

Redaksi Hijauku.com