Amerika Serikat dan China setuju melaksanakan lima inisiatif aksi guna mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara. Kelima inisiatif ini tercantum dalam laporan US-China Working Group on Climate Change sebagai tindak lanjut kesepakatan kedua negara bulan lalu (8/6).

Menurut siaran pers Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, laporan US-China Working Group dipersiapkan secara teliti dengan memertimbangkan konsensus ilmiah bahwa manusia adalah penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim.

Working Group akan merancang implementasi kelima inisiatif ini pada Oktober 2013. Berikut kelima strategi pengurangan polusi udara dan emisi gas rumah kaca tersebut:

Pertama: Mengurangi emisi dari kendaraan berat dan kendaraan lainnya. Kendaraan berat adalah sumber emisi gas rumah kaca dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat. Di China, kendaraan berat mengonsumsi separuh bahan bakar sektor transportasi. Jenis kendaraan ini bersama dengan kendaraan lain berkontribusi signifikan meningkatkan emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil dan polusi udara. Aksi yang akan dilakukan oleh kedua negara di bawah inisiatif ini adalah mengurangi emisi CO2 dan karbon hitam secara komprehensif melalui peningkatan standar efisiensi bahan bakar, teknologi pengontrol emisi, serta pengenalan bahan bakar dan armada yang lebih efisien dan bersih.

Kedua: Meningkatkan upaya penangkapan, penyimpanan dan pemanfaatan karbon (carbon capture, utilization, and storage / CCUS). Amerika Serikat dan China mengonsumsi 40% batu bara dunia. Emisi yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan sektor industri bisa dikurangi secara signifikan dengan menggunakan teknologi CCUS terintegrasi dalam skala besar. Perusahaan dari kedua negara akan bekerja sama mengembangkan teknologi ini.

Ketiga: Meningkatkan efisiensi energi di bangunan, industri dan sektor transportasi. Amerika Serikat dan China menyadari peluang meningkatkan efisiensi energi di ketiga sektor ini. Fokus awal mereka adalah memromosikan efisiensi energi pada bangunan yang menyedot lebih dari 30% energi di kedua negara, termasuk melalui model pembiayaan inovatif.

Keempat: Meningkatkan tata kelola dan pengumpulan data emisi gas rumah kaca. Pengumpulan data emisi gas rumah kaca yang lebih komprehensif dan akurat menjadi prioritas utama, Kedua aksi ini penting guna melacak keberhasilan pengurangan emisi serta pengembangan dan penerapan kebijakan mitigasi. Kedua negara akan bekerja sama membangun kapasitas tata kelola dan pengumpulan data emisi gas rumah kaca yang menjadi landasan penting kebijakan perubahan iklim.

Kelima: Memromosikan jaringan listrik pintar atau smart grids. Sektor energi menyumbang lebih dari sepertiga emisi gas rumah kaca di China dan Amerika Serikat. Guna menguranginya kedua negara berencana beralih ke energi yang rendah karbon dan bekerja sama mengembangkan sistem jaringan listrik pintar yang modern.

Semua inisiatif ini menurut Departemen Luar Negeri AS menunjukkan komitmen kedua negara untuk saling melengkapi dalam upaya memerangi perubahan iklim.

Redaksi Hijauku.com