Perubahan iklim terus membawa tantangan berat bagi petani kecil yang jumlahnya mencapai 500 juta di seluruh dunia. Mereka bertanggung jawab menyediakan 80% kebutuhan pangan penduduk dunia.

Kekeringan, banjir, hama penyakit semakin sering terjadi. Sementara kemampuan petani untuk beradaptasi sangat rendah. Diperlukan bantuan dari semua pihak untuk membantu petani kecil keluar dari tekanan perubahan iklim.

Bantuan tersebut bisa berupa cara pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan, sistem peringatan dini untuk bencana, hingga ramalan cuaca yang lebih akurat. Berikut salah satu metode yang dikembangkan oleh IFAD (International Fund for Agriculture Development) yang bisa menjadi panduan adaptasi perubahan iklim di seluruh dunia.

Redaksi Hijauku.com