Meningkatnya populasi ubur-ubur di wilayah Mediterania dan Laut Hitam menyusutkan populasi ikan, memicu ketidakseimbangan ekosistem. Hal ini diakibatkan oleh eksploitasi sumber daya perikanan. Data ini terungkap dalam laporan terbaru lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis, Kamis (30/5).

Eksploitasi sumber daya perikanan – menurut laporan Komisi Perikanan FAO – telah menyusutkan jumlah predator alami dalam rantai makanan sehingga memicu merebaknya populasi ubur-ubur di Laut Hitam dan wilayah Mediterania.

Peneliti biasanya menganalisis dampak aktivitas manusia dalam tata kelola perikanan yang berkelanjutan. Dalam laporan berjudul “Review of Jellyfish Blooms in the Mediterranean and Black Sea” mereka menguak peran ubur-ubur dalam ekosistem kelautan.

Menurut tim peneliti, peningkatan jumlah ubur-ubur telah menciptakan “lingkaran setan” dalam ekosistem kelautan. Ubur-ubur memangsa telur dan larva ikan. Mereka juga berkompetisi dengan ikan-ikan lain dalam mencari makanan yang jumlahnya terus menipis. Jika tren ini terus berlanjut, menurut peneliti FAO, ubur-ubur bisa menggantikan posisi ikan di samudra-samudra dunia.

Selain faktor eksploitasi perikanan (overfishing) laporan ini juga menyebutkan pengaruh pemanasan global di daerah tropis dan pembangunan pondasi atau dinding-dinding di pantai – untuk mencegah erosi air laut – terhadap meluasnya populasi ubur-ubur. Dinding-dinding pencegah erosi ini adalah lokasi ideal bagi perkembangbiakan mereka.

Menurut berita PBB, laporan terbaru mengenai bahaya invasi ubur-ubur ini terjadi pada November 2007. Kumpulan ubur-ubur seluas 26 km2 memusnahkan 100.000 ikan salmon yang tengah dibudidayakan di Irlandia Utara menimbulkan kerugian sebesar $1,5 juta.

Sejumlah negara telah menerapkan strategi guna menekan pertumbuhan populasi ubur-ubur ini. Seperti di China yang menciptakan produk makanan dan obat-obatan berbahan baku ubur-ubur.

Salah satu jenis ubur-ubur yang bisa dikonsumsi adalah Rhopilema esculentum, yang kini nilai bisnisnya mencapai jutaan dolar. Sementara Turritopsis nutricula, spesies ubur-ubur abadi atau “immortal jellyfish” mampu membalikkan proses penuaan memberikan harapan bagi terciptanya obat awet muda bagi manusia.

Redaksi Hijauku.com