Pembukaan hutan akan merugikan sektor pertanian. Saat hutan dibabat, tidak hanya sistem penyimpanan karbon yang akan rusak, produktivitas pertanian juga akan turun. Hal ini terungkap dari hasil penelitian terbaru di hutan Amazon yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Letters dari IOP Publishing, Jum’at (10/5).

Penelitian ini menyatakan, deforestasi tidak hanya hanya akan mengurangi kapasitas penyimpanan karbon alami di hutan Amazon namun juga memicu perubahan iklim yang menurunkan produktivitas pertanian, terutama pertanian kedelai.

Menurut tim peneliti, dalam skenario biasa (business as usual), perluasan wilayah pertanian di hutan Amazon sebesar 142% pada 2050 akan menurunkan hasil pertanian hingga 33–34%. Dalam skenario yang lebih realistis, jika luas lahan pertanian bertambah hingga 10% dan seluruh hutan yang ditebang digunakan untuk lokasi peternakan, produktivitas pertanian kedelai akan turun hingga 26%.

Ekspansi lahan pertanian di hutan Amazon juga akan merusak layanan ekosistem. Salah satunya adalah fungsi penyimpanan karbon yang akan turun dari 23% hingga 56% tergantung dari skenario penggunaan lahan. Kerugian lain adalah hilangnya keanekaragaman hayati dan merebaknya penyakit menular seperti malaria.

Tim peneliti dari Federal University of Viçosa, Federal University of Pampa, Federal University of Minas Gerais dan Woods Hole Research Center menyatakan, ekspansi lahan pertanian dalam skala besar di hutan Amazon akan merugikan lingkungan.

Curah hujan dan iklim lokal terutama di wilayah timur hutan Amazon yaitu Pará dan wilayah utara yaitu Maranhão sangat dipengaruhi oleh kondisi tutupan hutan. Perubahan tutupan lahan akan memengaruhi iklim lokal secara drastis hingga pertanian tak mampu lagi untuk dikembangkan.

Masa depan hutan Amazon menurut tim peneliti penuh dengan ketidakpastian. Penurunan deforestasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penggunaan lahan bisa berubah dalam waktu yang singkat. Pada masa datang, tantangan akan semakin kompleks dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk produksi pangan (terutama protein dari ternak dan kedelai).

Dr Leydimere Oliveira yang memimpin penelitian ini menyatakan, lahan pertanian akan semakin tidak produktif seiring dengan ekspansi lahan. “Tidak akan ada kondisi yang saling menguntungkan (ketika hutan ditebang). Kita semua hanya akan merugi,” tuturnya. Untuk itu, tim peneliti menyarankan Brasil untuk mengoptimalkan lahan yang sudah dialihgunakan dan melakukan konservasi hutan yang komprehensif guna mengurangi kerusakan lingkungan.

Redaksi Hijauku.com