Lembaga Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengusulkan standar mobil dan bahan bakar baru yang diharapkan bisa memangkas polusi udara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Kabar ini terungkap dari berita yang dirilis EPA, Jum’at (29/3). Standar mobil dan bahan bakar ini disusun berdasarkan masukan dari industri otomotif, kilang minyak dan pemerintah negara bagian.

Selain mengurangi polusi udara, standar bahan bakar, mobil serta truk baru ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi energi dan memangkas biaya. Kabar baik lain, upaya mengurangi polusi udara ini bisa dicapai dengan biaya yang terjangkau.

Proposal EPA akan memangkas emisi dan polusi berbahaya seperti polusi bahan-bahan organik dan nitrogen oksida hingga 80%. Polusi benda-benda partikulat juga akan turun hingga 70% dan mengurangi hampir 100% penguapan bahan bakar. Polusi udara beracun yang berasal dari kendaraan bermotor seperti bensin dan 1,3-butadiene, juga akan turun hingga 40%.

Selain memberikan dukungan untuk meningkatkan standar kualitas udara, EPA juga memberikan sangsi bagi industri yang gagal melindungi kesehatan masyarakat dengan menetapkan syarat yang lebih ketat. “Untuk melindungi kesehatan masyarakat, semua negara bagian harus memiliki standar kendaraan yang seragam,” ujar Bob Perciasepe, Perwakilan Administrator EPA.

Pada 2030, EPA memerkirakan, standar bahan bakar dan mobil yang lebih ramah lingkungan ini akan bisa mencegah 2.400 kematian prematur, 23.000 penyakit gangguan pernafasan pada anak-anak, serta 3.200 perawatan dan kunjungan darurat ke rumah sakit akibat penyakit asma. Standar ini juga akan mengurangi 1,8 juta hari bolos sekolah, bolos kerja dan aktivitas yang terhalang akibat polusi udara.

Jumlah keuntungan finansial yang bisa diraih dari peningkatan kesehatan ini pada 2030 mencapai $8-23 miliar per tahun. Program ini juga akan mengurangi polusi udara di wilayah yang dekat dengan jalan raya.

Di AS, lebih dari 50 juta penduduk tinggal dekat dengan jalan raya yang sibuk. Rata-rata penduduk AS menghabiskan waktu lebih dari satu jam di jalan raya. Bandingkan dengan penduduk yang tinggal di Jabodetabek yang harus menghabiskan waktu lebih dari 4 jam di jalan setiap hari yang penuh polusi – akibat standar bahan bakar dan mobil yang tidak terjaga.

Menurut EPA, standar sulfur baru yang diusulkan, hanya akan menambah biaya pengilangan bahan bakar kurang dari satu sen (sekitar Rp90) per galon bensin. Sementara standar kendaraan baru akan menambah harga sekitar $130 per kendaraan pada 2025.

Standar yang diusulkan ini juga akan mengurangi kandungan sulfur dalam bensin hingga lebih dari 60% – menjadi 10 PPM (parts per million) pada 2017. Saat kandungan sulfur dalam bahan bakar berkurang, teknologi penyaring emisi dalam mobil akan bekerja lebih efisien. Sehingga mobil yang teknologinya sudah mendukung standar ini, akan lebih bersih dan irit. Lingkungan juga akan semakin hijau dan sehat.

Redaksi Hijauku.com