Wilayah yang memeroleh lebih banyak sinar matahari lebih hemat energi dibanding wilayah dengan pencahayaan minimal. Hal ini terungkap dari hasil penelitian terbaru University of Michigan yang dirilis Kamis (28/3).

“Dalam pandangan tradisional, wilayah yang panas memerlukan energi yang lebih besar untuk mendinginkan udara,” ujar Michael Sivak, Profesor Peneliti di Transportation Research Institute, University of Michigan. Namun penelitian dari University of Michigan membuktikan sebaliknya.

Proses mendinginkan suhu udara ternyata memerlukan energi yang lebih sedikit dibanding ketika kita ingin memanaskannya. Wilayah Amerika Serikat seperti Buffalo, Chicago dan Milwaukee yang dingin terbukti lebih banyak menggunakan energi dibanding wilayah lain yang lebih panas seperti Las Vegas, Phoenix atau Tampa.

Studi yang membandingkan upaya mengontrol kondisi cuaca di kota Minneapolis (wilayah paling dingin di AS) dan kota Miami (wilayah metropolitan paling panas di AS ), yang dipimpin oleh Sivak menemukan, kota Minneapolis memerlukan energi 350% lebih banyak dibanding kota terbesar di Florida, Miami.

Menurut Sivak, Minneapolis memiliki 4.376 kondisi pemanasan per tahun dan 388 kondisi pendinginan per tahun dari tahun 1971 ke 2000. Dalam periode yang sama, Miami memliki 2.423 kondisi pendinginan dan 83 kondisi pemanasan per tahun. Kondisi yang memerlukan pemanasan (pendinginan) adalah kondisi dimana suhu lingkungan berada di bawah (di atas) 18 derajat Celcius.

Selain memerhitungkan faktor iklim setempat, analisis ini juga memerhitungkan tingkat efisiensi pembangkit listrik yang digunakan oleh masing-masing wilayah serta efisiensi alat pemanas dan pendingin udara.

“Yang mengejutkan adalah, pendingin udara, ternyata lebih hemat energi dibanding alat pemanas,” ujar Sivak. “Mendinginkan suhu ruangan satu derajat memerlukan energi yang lebih sedikit dibanding menaikkan suhu satu derajat.”

Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Letters dan bisa diunduh dalam tautan berikut ini.

Redaksi Hijauku.com