SIARAN PERS. Batam, 27 Maret 2013. LSM asal Singapura, Majlis Pusat, bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia hari ini (Rabu, 27/3) meluncurkan Proyek Cahaya Nusantara di Pulau Semakau, Batam guna mendampingi komunitas kurang mampu di Indonesia, Kamboja dan Filipina dalam penyediaan listrik tenaga surya di daerah yang tidak memiliki pasokan tenaga listrik.

Majlis Pusat adalah organisasi nirlaba dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bekerja rapat dengan badan-badan LSM dan pemerintah di negara lain seperti Afrika Selatan, Bangladesh, Brunei, Cina, Filipina, India, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Data dari United Nations Development Program (UNDP) menyatakan bahwa 79% dari penduduk negara dunia ketiga atau 1,5 milyar penduduk tidak memiliki listrik. Mereka adalah penduduk di Afrika and Asia, termasuk Indonesia dan Indochina. Di Indonesia sendiri, lebih dari 86 juta penduduk masih hidup dalam tanpa listrik.

Tujuan dari proyek ini adalah:

  1. Menyediakan lampu tenaga surya untuk rumah-rumah penduduk dan di desa-desa. Diharapkan dengan adanya lampu tenaga surya ini dapat merubah dan meningkatkan taraf hidup mereka.
  2. Mempromosikan dan memperkuat ikatan silaturahmi antara negeri serumpun.

Sebanyak 6.000 rumah atau 36.000 jiwa di Riau, Kamboja dan Filipina akan memiliki lampu tenaga surya. Di Pulau Petong, Pulau Semakau dan Pulau Mecan (Kepri), Majlis Pusat akan bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia untuk memasang solar module. Penduduk di pulau ini tidak akan bergantung pada lilin dan lampu minyak tanah lagi yang memiliki risiko kebakaran. Mereka juga dapat hidup nyaman di malam hari. Anak-anak dapat mengaji dan belajar dengan penerangan yang baik. Orang-orang dewasa dapat mengerjakan rutinitas dan tugas sehari-sehari dengan mudah.

Majlis Pusat memilih lampu tenaga surya untuk proyek ini karena merupakan tenaga bersih dan selalu tersedia. Tehnologi surya sudah berkembang dengan pesatnya belakangan ini dan cost-effective untuk daerah terpencil. Mudah digunakan dan tidak memiliki dampak negatif pada kesehatan penggunanya dan lingkungan. Pemasangan solar modules akan dilakukan di daerah sasaran dan Majlis Pusat akan bekerjasama dengan rekan bisnis lokal. Dimana proyek ini diharapkan dapat membuka peluang bisnis dan pekerjaan untuk penduduk lokal.

Majlis Pusat akan bekerjasama dengan rekan bisnis lokal untuk memastikan bahwa penduduk kurang mampu dapat menerima lampu tenaga surya secara gratis atau dengan fasilitas pembayaran ringan untuk tehnologi “Solar PV 50W”. PV cells terbuat dari polycrystalline yang berkualitas tinggi, khusus dibuat untuk daerah rawan dan berisiko. Setiap solar module akan memiliki control panel yang dipersiapkan lengkap dengan 4-day storage battery yang memiliki kemampuan untuk menampilkan kadar pengunaan baterai. Solar module ini dapat menyalakan 3 x 12V lampu-lampu LED. Setiap rumah akan diperlengkap dengan satu solar module.

Setiap solar module terdiri dari:

  • 1 x panel surya.
  • 1 x 32Ah baterai.
  • 1 x control panel dengan charge controller.
  • 1 x USB port.
  • 3 x 5m kabel dengan 12V lamp holder dan switch.
  • 3 x 12V lampu-lampu LED.

Proyek ini terdiri dari 3 fase:

  • Fase 1 dari 2012 sampai 2014 untuk 20 desa atau 2.000 rumah.
  • Fase 2 dari 2014 sampai 2016 untuk 20 desa atau 2.000 rumah.
  • Fase 3 dari 2016 sampai 2018 untuk 20 desa atau 2.000 rumah.

Majlis Pusat akan bekerjasama dengan rekan bisnis lokal yang tertarik atau agensi pemerintah di Indonesia, Kamboja dan Filipina untuk pelaksanaan proyek ini. Pihak-pihak yang tertarik dapat menghubungi Majlis Pusat di email admin@majlispusat.org, tel (65) 62514458 atau fax (65) 62514481.