Lembaga Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency, EPA) merilis data 7.600 bahan kimia yang dipakai di Amerika Serikat, Senin (11/2). Pelaporan ini untuk membantu EPA dan publik menciptakan kebijakan dan memromosikan penggunaan bahan kimia secara aman.

Laporan berjudul “2012 Chemical Data Reporting (CDR)” ini menjadi pusat informasi penggunaan bahan-bahan kimia yang paling banyak dipakai di Amerika Serikat. Perusahaan yang beroperasi di AS, saat ini diwajibkan untuk menyediakan data bahan-bahan kimia yang mereka gunakan dalam produk anak-anak atau produk konsumen lain, termasuk yang digunakan dalam proses industri dan perdagangan.

Untuk pertama kalinya, EPA juga mewajibkan perusahaan untuk membuktikan penggunaan bahan kimia rahasia guna memastikan publik memeroleh informasi sebanyak-banyaknya. Kebijakan dan keterbukaan ini layak ditiru oleh negara lain, terutama negara-negara berkembang.

Aturan CDR ini diterbitkan di bawah Toxic Substances Control Act (TSCA) yang mewajibkan perusahaan – yang memroduksi atau mengimpor bahan-bahan kimia – melaporkan produk mereka setiap empat tahun, terutama jika volumenya melebihi 11.340 kg (25.000 lb). Laporan terbaru EPA ini diambil dari data 2011. Sebanyak 7,674 bahan kimia masuk dalam laporan EPA ini.

Dari data ini juga terungkap, bahan-bahan kimia yang digunakan dalam produk anak-anak di AS, jumlahnya mencapai 354 buah. Sebanyak 1.704 bahan kimia dilaporkan digunakan di produk-produk konsumen dan 3.073 bahan kimia dipakai dalam produk atau aplikasi komersial. Sisanya dipakai untuk keperluan industri.

CDR juga melaporkan bahan-bahan kimia yang digunakan dalam mainan anak-anak, alat-alat olah raga, barang kerajinan dan seni, tekstil serta furnitur. EPA berupaya memastikan paparan bahan-bahan kimia ini guna menjamin keamanan dan meminimalisir bahaya.

EPA hingga saat ini masih mengidentifikasi 83 bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Dari jumlah tersebut, 7 bahan kimia berisiko sudah berhasil diidentifikasi pada 2012 dan 18 bahan kimia akan terus diteliti pada 2013 dan 2014.

Redaksi Hijauku.com