Dalam tiga hari ke depan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meramalkan akan terjadi hujan lebat dan sedang di sebagian besar wilayah Tanah Air.

Hal ini terungkap dari Prospek Cuaca Tiga Harian (18 – 21 Januari 2013) yang dirilis di situs BMKG hari ini. Menurut Siaran Resmi Deputi Bidang Meteorologi, BMKG, wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Aceh bagian Barat, Sumatera Barat bagian Selatan, Riau bagian Timur, Kep. Riau, Bengkulu bagian Timur, Sumatera Selatan bagian Utara dan Timur, Lampung bagian Selatan, Banten bagian Utara, Jabodetabek, Jawa Barat bagian Utara serta Kalimantan Timur bagian Utara dan Timur.

Sementara wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang / puting beliung adalah Jawa Tengah bagian Utara, NTB bagian Timur, NTT bagian Barat, Sulawesi Utara bagian Selatan, Gorontalo, Sulawesi Selatan bagian Selatan, Sulawesi Tenggara bagian Utara, Maluku Utara, Maluku bagian Tenggara serta Papua bagian Selatan.

Menurut BMKG, adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Barat Daya Lampung dan Pesisir Barat Aceh membentuk pumpunan angin yang memanjang dari Pesisir Barat Lampung hingga Laut Banda serta belokan angin memanjang dari Selat Karimata hingga Maluku Utara menyebabkan peningkatan aktifitas pertumbuhan awan – awan hujan di wilayah Sumatera bagian Tengah dan Selatan, Jawa bagian Barat dan Tengah, Kalimantan bagian Utara dan Timur, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian Utara, Maluku Utara, Maluku serta Papua bagian Selatan

Citra satelit BMKG menunjukkan pertumbuhan dan pergerakan awan ini. Pada citra ini, awan yang ditampilkan adalah awan dengan suhu puncak lebih kecil dari nol derajat Celcius. Semakin dingin suhu puncak awannya (ditunjukkan dengan warna yang semakin putih) maka semakin tinggi pula potensi terjadinya hujan.

Hujan selama tiga hari berturut-turut ini diperkirakan akan meningkatkan risiko di Jakarta yang hari ini telah lumpuh akibat banjir. Dari data terakhir, setidaknya lima orang tewas akibat banjir yang menyebabkan 15.447 orang mengungsi. Di sejumlah wilayah Jakarta, kedalaman banjir bahkan mencapai 2 meter. Daerah Jakarta Pusat termasuk Istana Negara tidak luput dari ancaman banjir ini. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) menyatakan Jakarta siaga satu. Pemerintah menyiapkan dana antisipasi bencana alam hingga Rp4 triliun untuk atasi banjir.

Redaksi Hijauku.com