Dunia harus mengurangi tidak hanya membatasi emisi gas rumah kaca guna mencegah perubahan iklim dan pemanasan global.

Perspektif baru ini dikemukakan oleh Ken Caldeira dan tim dari Carnegie Institution for Science (CIS), Rabu (9/1) di Washington, DC.

Pada 2004, sebuah penelitian populer oleh Robert Socolow dan Stephen Pacala menggambarkan 12 lapisan (proses) guna mengatasi perubahan iklim.

Dari 12 proses tersebut, 7 proses diperlukan untuk menyetabilkan emisi CO2 sesuai dengan skenario normal (business as usual). Pada setiap proses, satu miliar ton emisi karbon (1 GtC) bisa dikurangi per tahun setelah 50 tahun.

Alih-alih menggunakan 12 proses seperti yang diusulkan Rober dan Stephen pada 2004, perspektif baru dari Ken Caldeira dan tim, yang telah diterbitkan dalam Environmental Research Letters minggu lalu, mengusulkan 9 proses ekstra untuk menyetabilkan emisi CO2 dan 10 proses baru untuk mengurangi emisi hingga level yang aman.

Secara keseluruhan, ada 31 proses yang diusulkan oleh Ken dan Tim, guna menyetabilkan iklim bumi. “Guna menyelesaikan krisis iklim, dunia harus mengembangkan dan menyediakan teknologi energi baru dengan lebih cepat guna memenuhi kebutuhan industri modern,” ujar Caldeira.

Dan untuk menyelesaikan krisis perubahan iklim secara paripurna, negara-negara di dunia perlu untuk mengurangi emisi, tidak hanya menyetabilkannya. “Mencegah perubahan iklim tidak cukup dengan membatasi emisi pada level saat ini. Kita harus berhenti membuang CO2 ke atmosfer dalam jumlah besar (skala industri),” ujar Caldeira dalam berita CIS.

Menurut tim diperlukan sistem dan teknologi pasokan energi baru guna mencegah produksi emisi gas rumah kaca yang sebagian besar akan datang dari negara berkembang pada separuh akhir abad ini.

Redaksi Hijauku.com