Manusia saat ini hidup bagaikan memiliki planet cadangan. Mereka menggunakan sumber daya alam 50% lebih banyak dari yang bisa bumi sediakan.

Hal tersebut terungkap dari laporan terbaru World Wildlife Fund Internasional (WWF International) berjudul “Living Planet Report” edisi 2012 yang diluncurkan kemarin (15/5).

Menurut Jim Leape, Direktur Jenderal WWF Internasional, tingkat kesehatan dan kelestarian hutan, sungai dan samudra terus menurun akibat tekanan kumulatif dari gaya hidup manusia.

Tanpa adanya perubahan gaya hidup, ekploitasi sumber daya alam akan terus meningkat. “Dan pada 2030, bahkan dua planet pun tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia,” ujar Jim Leape dalam kata pengantar laporan ini.

“Namun manusia selalu memiliki pilihan. Kita bisa menyediakan pangan, air dan energi untuk 9 hingga 10 miliar penduduk dunia pada tahun 2050. Manusia bisa menyediakan pangan tanpa harus merusak hutan, menggunakan air atau bahan kimia lebih banyak,” ujar Jim Leape.

Solusinya adalah dengan memanfaatkan bahan makanan secara optimal, mengurangi limbah, menggunakan bibit dan teknik panen yang lebih baik, mengembalikan kesuburan tanah, serta mengurangi konsumsi daging terutama di negara-negara maju berpendapatan tinggi.

Manusia bisa menjamin ketersediaan pasokan air dengan menjaga kelestarian sungai, danau dan lahan basah. Teknik irigasi dan tata kelola air yang lebih cerdas dan perencanaan (penggunaan) sumber daya alam yang lebih baik juga bisa membantu menyelamatkan sumber daya air dan ekosistem di dalamnya.

Dunia juga bisa memenuhi kebutuhan energi dari sumber energi baru dan terbarukan seperti angin dan sinar matahari yang tidak hanya bersih namun juga berlimpah.

“Tugas pertama yang harus kita lakukan adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada bangunan, kendaraan, dan pabrik yang akan bisa membantu menghemat konsumsi energi hingga separuhnya,” ujarnya.

Menurut Jim Leape jika kita bisa melakukan penghematan energi, maka kita akan lebih mudah memenuhi kebutuhan energi dari sumber energi terbarukan.

Semua ini tergantung pada komitmen dunia untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan sehingga dunia bisa menghentikan subsidi bahan bakar fosil yang nilainya mencapai US$700 miliar.

Konferensi Pembangunan Berkalanjutan (Rio+20) yang akan berlangsung bulan depan menurut Jim membuka peluang penting untuk memahat masa depan yang kita inginkan. Tentunya masa depan itu adalah masa depan yang lebih hijau, damai dan lestari. Laporan lengkap Living Planet Report 2012 bisa diunduh di tautan ini.

Redaksi Hijauku.com