Bumi kita hanya satu. Kita harus menjaganya dari tangan-tangan yang ingin merusak sumber daya alam dan ekosistem.

Pesan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon kemarin (20/4) menyambut datangnya Hari Bumi Internasional yang akan diperingati besok, 22 April.

Majelis Umum PBB menetapkan 22 April sebagai Hari Bumi Internasional pada 2009. PBB berpesan, masyarakat dunia harus menciptakan keseimbangan agar mereka dapat memenuhi kebutuhan generasi kini dan generasi mendatang. Sehingga “penting bagi manusia untuk hidup selaras dengan lingkungan dan alam.”

Konferensi PBB mengenai Pembangunan Berkelanjutan atau Rio+20, yang akan berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, Juni nanti, menurut Ban memberikan kesempatan yang langka bagi dunia untuk mewujudkannya.

“Dalam 20 tahun lagi, kebutuhan pangan dunia akan naik setidaknya 50%, energi akan naik 45%, air naik 30% dan dunia memerlukan jutaan lapangan kerja baru,” ujar Ban. “Semua tantangan ini harus bisa diselesaikan secara holistik dan terintegrasi pada Konferensi Rio+20 mendatang. Karena satu solusi, akan terkait dengan solusi yang lain.”

Konferensi Rio+20 diselenggarakan 20 tahun setelah Konferensi Pembangunan dan Lingkungan PBB yang digelar di tempat yang sama pada 1992 dan 10 tahun setelah Pertemuan Pembangunan Berkelanjutan Dunia yang digelar di Johannesburg, pada 2002.

Hingga saat ini, masih banyak keluarga di dunia yang kelaparan. Mereka hidup dengan pendapatan yang sangat minim sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka sehari-hari. Dunia juga masih memiliki ribuan pengungsi yang harus menyelamatkan nyawa dari perang dan perebutan kekuasaan, yang dilakukan oleh sesamanya.

Korupsi terus memicu eksploitasi sumber daya alam. Hutan dirusak, gunung dikeruk, sungai dicemari oleh limbah berbahaya. Banyak hewan yang terancam punah karena habitatnya telah rusak oleh aktivitas manusia.

Polusi udara di perkotaan semakin meningkat akibat praktik produksi, transportasi dan konsumsi yang tidak ramah lingkungan. Pembakaran bahan bakar fosil terus terjadi, meningkatkan emisi CO2 dan gas rumah kaca di udara, memicu pemanasan global dan perubahan iklim.

Manusia harus menyelamatkan bumi dari tangan sesamanya sendiri. Saatnya bagi kita untuk menyadari bahwa di tangan kita, kelestarian bumi bisa terwujud. Setiap manusia bisa membuat perubahan. Saatnya untuk kembali ke alam, beraksi dan menyebar inspirasi untuk menyelamatkan lingkungan. Selamat Hari Bumi 2012.

Redaksi Hijauku.com