Bahan-bahan kimia yang selama ini dikenal sebagai bahan yang ramah ozon ternyata bisa menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar.

Demikian hasil temuan Program Lingkungan PBB (UNEP) yang dilaporkan dari Bali, Senin (21 November) lalu. Bahan-bahan kimia – yang semakin banyak dipakai di produk pendingin ruangan, kulkas, busa penyekat dan peralatan pemadam api – ini bisa menggagalkan upaya dunia untuk menekan kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat celcius pada abad ini.

Bahan-bahan kimia ini dikenal dengan nama hydrofluorocarbon (HFC). Saat ini bahan-bahan tersebut banyak digunakan untuk menggantikan bahan-bahan yang tidak ramah ozon – lapisan di atmosfer yang berfungsi melindungi bumi dari sinar ultraviolet.

UNEP memerkirakan, jika tidak dicegah, pada 2050, HFC akan bertanggung jawab atas emisi yang jumlahnya setara dengan 3,5 hingga 8,8 gigaton (Gt) emisi karbon dioksida, sama dengan tingkat emisi di sektor transportasi saat ini, yang berjumlah 6 hingga 7 Gt per tahun.

Menurut Direktur Eksekutif UNEP, Achim Steiner, dunia berhasil mencegah kerusakan lapisan ozon dalam 20 tahun terakhir dengan menghentikan pemakaian CFC [chlorofluorocarbons] pada 2010 dan menekan pemakaian bahan kimia penggantinya yaitu HCFC.

Namun tantangan baru muncul dengan dipakainya HFC untuk menggantikan CFC dan HCFC. Bahan kimia HFC, walaupun aman bagi ozon, namun menghasilkan gas rumah kaca dalam jumlah besar.

PBB mengatur pemakaian HFC bersama dengan gas metana, karbon dioksida dan gas-gas lain melalui Kerangka Konvensi Perubahan Iklim (Framework Convention on Climate Change, UNFCCC) dan Protokol Kyoto. Sementara upaya untuk melindungi lapisan ozon diatur melalui Protokol Montreal.

Kabar baiknya, alternatif bagi HFC kini sudah tersedia bersama dengan solusi teknologi lain, sehingga dunia bisa mulai meninggalkan penggunaan HFC dan beralih ke bahan kimia yang ramah iklim lain seperti amoniak dan dimethyl ether. Kedua bahan ini bisa digunakan untuk bahan busa penyekat, alat pendingin dan pemadam api.

Bahan HFC yang ramah iklim – yang lebih cepat terurai di atmosfer dalam hitungan bulan bukan tahun – juga sudah diperkenalkan dengan nama HFC 1234ze untuk bahan busa dan HFC-1234yf bagi pendingin mobil.

Menurut UNEP, upaya untuk memperkenalkan pengganti HFC yang lebih ramah iklim bisa dipercepat dengan melakukan standarisasi, pelatihan dan investasi.

Redaksi Hijauku.com