Pemerintah Vietnam awal bulan ini membuat gebrakan di Asia dengan menyetujui standar emisi baru guna mencegah polusi kendaraan bermotor.

Menurut situs Clean Air Initiative, berdasarkan peraturan baru tersebut, mobil-mobil yang beredar di Vietnam diharuskan memenuhi standar emisi Euro 4 mulai 1 Januari 2017 dan harus memenuhi standar emisi Euro 5 pada 1 Januari 2022.

Kendaraan produksi dalam negeri atau kendaraan yang dirakit di dalam negeri dan kendaraan hasil impor harus memenuhi standar emisi Euro 3 mulai 1 Januari 2017.

Sejalan dengan langkah ini, pemerintah juga berencana meningkatkan standar kualitas bahan bakar dengan membuat lompatan besar mengadopsi standar emisi Euro 4 pada 1 Januari 2016 dan pada 1 Januari 2021, standar kualitas bahan bakar Vietnam akan naik ke standar emisi Euro 5.

Saat ini diperkirakan terdapat 1,2 hingga 1,3 juta mobil dan 33 juta motor di Vietnam. Dengan pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi, jumlah kendaraan di Vietnam akan terus melonjak dalam waktu dekat. Rencana penerapan standar emisi kendaraan bermotor dan standar kualitas bahan bakar ini akan menjamin masa depan yang lebih hijau bagi sektor otomotif di Vietnam.

Pusat Inisiatif Udara Bersih bagi Kota-kota Asia (CAI-Asia), sebuah organisasi non-pemerintah yang memromosikan pengurangan emisi gas rumah kaca dan polusi udara, Program Kemitraan Bagi Kendaraan dan Bahan Bakar Bersih miliki Program Lingkungan PBB (UNEP) dan pemerintah Vietnam bekerja sama menciptakan rencana jangka panjang ini.

Menurut Sophie Punte, Direktur Eksekutif CAI-Asia, “salah satu dampak terbesar dari penerapan standar emisi kendaraan dan kualitas bahan bakar baru di Vietnam ini adalah berkurangnya pollutan secara signifikan, termasuk karbon hitam, yang bisa membantu mengurangi dampak negatif perubahan iklim dan polusi udara. Langkah ini patut mendapat acungan jempol dan harus menjadi inspirasi bagi negara-negara Asia lain yang belum mempunyai rencana penetapan standar emisi dan kualitas bahan bakar.”

Phan Quynh Nhu, Sekretaris Jenderal Kemitraan untuk Udara Bersih Vietnam (VCAP) menyatakan, polusi udara di Vietnam sebagian besar disebabkan oleh sistem transportasi, khususnya transportasi kendaraan bermesin, sehingga diperlukan pembatasan ketat atas emisi kendaraan bermotor.

Semua inisiatif ini adalah bagian dari rencana lima tahun untuk menghijaukan sistem transportasi Vietnam. Dalam rencana ini, Vietnam menargetkan pembangunan sistem transportasi yang ramah lingkungan sebelum tahun 2030 dan mengontrol semua penyebab polusi udara di berbagai sektor seperti di jalan raya, rel kereta api, angkutan sungai dan laut, serta transportasi udara.

Proyek-proyek yang diprioritaskan ini memerlukan dana sebesar VND700 miliar (US$34 juta) yang diambil dari anggaran pemerintah.

Redaksi Hijauku.com