Polusi Udara Tingkatkan Kematian COVID-19
Tim peneliti dari Universitas Harvard menemukan, saat polusi PM2.5 naik 1 μg/m3, kematian akibat COVID-19 akan meningkat 15%.
Tim peneliti dari Universitas Harvard menemukan, saat polusi PM2.5 naik 1 μg/m3, kematian akibat COVID-19 akan meningkat 15%.
Faktor mobilitas manusia dan interaksi sosial berpengaruh lebih kuat dibanding faktor cuaca dalam penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia.
Pandemi COVID-19 telah merusak tatanan sosial dan ekonomi dunia. Dunia masih terus gugup mengatasinya.
WHO telah menetapkan level risiko virus Corona (COVID-19) menjadi SANGAT TINGGI, baik di tingkat lokal (China), regional, maupun tingkat dunia. Sudah seharusnya kita waspada.
Pengelolaan minyak jelantah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah industri baru. Hal ini sekaligus menjadi bukti keseriusan pemerintah menerapkan paradigma "circular economy".
Pemerintah bertanggung jawab menangani warga korban asap yang menghirup asap beracun PM2.5 yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.