Bersinergi Mengatasi Krisis Air
Perubahan iklim, pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi memicu kelangkaan air dunia.
Perubahan iklim, pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi memicu kelangkaan air dunia.
Dunia bersiap menghadapi bencana kekeringan. Petani berada di garis depan upaya mengatasi bencana ini.
Peningkatan emisi gas rumah kaca menggeser wilayah pertumbuhan tanaman di belahan bumi bagian utara.
Hutan tropis memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau kehilangan biomassa akibat perubahan iklim.
Suhu bumi saat ini lebih panas dibanding belasan ribu tahun yang lalu. Dalam 50 tahun terakhir, manusia menjadi pemicu utamanya.
Laut atau dunia biru sangat sensitif terhadap pencemaran yang menciptakan zona-zona mati akibat peningkatan emisi.