Kemiskinan dan perubahan iklim terus mengancam 300 juta penduduk di negara-negara miskin di Asia Pasifik. Strategi pembangunan berkelanjutan diperlukan guna mengentaskan mereka dari garis kemiskinan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Shamshad Akhtar, perempuan yang menjabat Sekretaris Eksekutif di ESCAP (Economic and Social Commission for Asia and the Pacific), komisi sosial dan ekonomi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Perlu transformasi yang nyata bagi 293 juta penduduk di 12 negara miskin di Asia Pasifik.
Dari jumlah tersebut sebanyak 113 juta masih berada di bawah garis kemiskinan dan rentan terhadap ancaman bencana alam. Sementara 130 juta penduduk lainnya masih belum menikmati fasilitas pendidikan, kesehatan dan layanan dasar lainnya,” ujar Akhtar.
Ke-12 negara dengan pembangunan terbelakang di Asia Pasifik adalah Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Kiribati, Laos, Myanmar, Nepal, Kepulauan Solomon, Timor Timur, Tuvalu dan Vanuatu.
Menurut ESCAP, tantangan terbesar yang dihadapi oleh negara-negara miskin di Asia Pasifik adalah bagaimana memromosikan pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan yang bisa meningkatkan kualitas hidup dan mengantaskan mereka dari garis kemiskinan.
Caranya adalah dengan mendiversifikasikan ekonomi menuju industri manufaktur dan jasa, pada saat yang sama meningkatkan produktivitas pertanian, memromosikan pembangunan pedesaan, memerkuat perlindungan sosial dan kondisi keuangan masyarakat miskin dan terabaikan.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment