“Daftar Merah” terbaru dari Union for the Conservation of Nature (IUCN) menyatakan ancaman nomor satu bagi kelangsungan hidup orangutan Sumatera adalah ‘rencana tata ruang ilegal’ Provinsi Aceh.
SIARAN PERS RAN – San Francisco – Hari ini, lembaga ilmu pengetahuan berwenang, International Union for the Conservation of Nature (IUCN), mengeluarkan pembaharuan pada ‘Daftar Merah’ yang banyak digunakan sebagai acuan untuk mengetahui status spesies terancam punah di dunia.
Laporan yang baru dirilis tersebut membenarkan kondisi hidup atau mati, pentingnya melestarikan Ekosistem Leuser di Indonesia untuk mencegah kepunahan orangutan Sumatra (Pongo abelii) yang masuk dalam kategori terancam punah. Secara khusus, IUCN memperingatkan tentang adanya ancaman rencana penggunaan lahan yang berpotensi bencana oleh pemerintah provinsi Aceh, Indonesia.
Hingga saat ini satu-satunya ancaman terbesar Orangutan Sumatra berasal dari penggunaan lahan dari rencana tata ruang yang telah diratifikasi oleh pemerintah Provinsi Aceh pada tahun 2013. Konservasi Ekosistem Leuser telah diwajibkan oleh undang undang otonomi khusus Aceh (UU No 11, 2006) karena peruntukannya di 2007/8 sebagai Kawasan Strategis Nasional atas fungsi lingkungannya (yang membutuhkan inklusi dan pertimbangan khusus pada semua tingkat perencanaan tata ruang).
Kekhawatiran muncul akan rencana tata ruang Aceh saat ini yang benar-benar mengabaikan keberadaan Kawasan Ekosistem Leuser. Baik pemerintah provinsi dan nasional telah mengakui secara terbuka ketidaksahan rencana tata ruang Aceh, yang hingga saat ini masih resmi disahkan di tingkat provinsi dan belum secara resmi dibatalkan oleh pemerintah pusat.
“IUCN sebagai lembaga yang paling berwenang untuk menetapkan status hewan langka dan mewakili pengetahuan ilmuwan terbaik dunia menyampaikan pesan dengan sangat jelas: Ekosistem Leuser di Indonesia harus dilindungi atau orangutan Sumatra akan punah,” ungkap Chelsea Matthews, Leuser Ecosystem Campaigner dari Rainforest Action Network (RAN).
Sumber: IUCN REd List
***
Informasi lebih lanjut, hubungi:
Leoni Rahmawati
Leuser Ecosystem Campaign Communications Coordinator
RAINFOREST ACTION NETWORK
Mobile : (+62) 821 24382000 / (+62) 812 94641038
Email: leoni@ran.org
Leave A Comment