Soil functions - FAOSekjen PBB kembali menekankan pentingnya upaya melindungi tanah dalam jangka panjang. “Tanah yang sehat menjamin ketersediaan jasa lingkungan penting yang disediakan oleh tanah,” ujar Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam pernyataannya memeringati Hari Tanah Sedunia atau World Soil Day yang diperingati setiap tanggal 5 Desember.

Tanah menyediakan pangan, menjadi lokasi bercocok tanam. Tanah menyediakan air bersih, menyimpan dan menfilter air. Tanah juga menyimpan keanekaragaman hayati, menyerap karbon dan meningkatkan ketahanan masyarakat atas perubahan iklim.

Tata kelola lahan yang baik menurut Ban, membantu tercapainya Agenda 2030, target pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan target Perjanjian Paris. Dalam laporan FAO, dunia masih menghadapi masalah terkait kondisi, kontaminasi dan erosi tanah. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kondisi dan kualitas tanah yang buruk (poor).

Dari sembilan ancaman terhadap fungsi tanah, hanya satu kategori yang dalam penilaian FAO masuk dalam kategori sedang (fair) yaitu kandungan keanekaragaman hayati dalam tanah. Sisanya, Indonesia masuk dalam ketagori buruk (poor) diantaranya dalam kategori kerentanan tanah terhadap erosi, kontaminasi tanah, tingkat keasaman tanah, tingkat keseimbangan nutrisi dan lain sebagainya.

Tanah yang sudah terdegradasi rentan erosi dan mudah longsor. Degradasi lahan ini dipicu oleh hilangnya vegetasi dan pembukaan dan pengolahan lahan untuk pertanian, termasuk perkebunan yang tidak ramah lingkungan. Pembakaran hutan dan lahan gambut juga merusak lahan yang hampir setiap tahun terjadi, misalnya di Provinsi Riau.

“Mari kita wujudkan tanah yang sehat lebih luas lagi,” seru Ban. Tanah yang sehat akan menghasilkan pangan yang sehat, mencegah penyakit, meningkatkan nutrisi dan kesehatan penduduk dunia. Mari beraksi atasi degradasi lahan.

Redaksi Hijauku.com