Power plant - bhumann34 - PixabayTanpa aksi pengurangan emisi yang ambisius, kenaikan suhu bumi akan mencapai 3 derajat Celsius.

Rata-rata konsentrasi emisi CO2 dunia telah mencapai 400 PPM dalam setahun terakhir. Emisi CO2 ini akan terus naik jika tidak ada aksi pengurangan emisi yang ambisius. Aksi negara untuk memangkas emisi masih jauh tertinggal. Suhu bumi telah naik 1 derajat Celsius dibanding suhu pada awal abad ini.

Data kenaikan emisi gas rumah kaca global ini disampaikan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam siaran pers-nya baru-baru ini. Konsentrasi emisi CO2 sebelumnya telah mencapai batas psikologis 400 PPM (parts per million) selama beberapa bulan di beberapa lokasi. Tahun ini, konsentrasi emisi CO2 rata-rata, telah mencapai 400 PPM sepanjang tahun. Fenomena ini belum pernah terjadi sebelumnya.

WMO sebelumnya telah memeringatkan, kenaikan suhu bumi sudah mencapai separuh dari target Perjanjian Paris yang sebesar 2 derajat Celsius. Namun rencana aksi negara yang diadopsi negara hingga saat ini jauh dari cukup. Jika berlanjut, kenaikan suhu bumi diperkirakan mencapai 3 derajat Celsius pada akhir abad ini. Hal ini berarti risiko pemanasan global, peningkatan keasaman air laut dan perubahan iklim akan semakin tak terkendali.

Rekor kenaikan emisi CO2 tahun ini dipicu oleh fenomena El Niño yang terjadi sejak 2015 dan berlanjut hingga 2016. El Niño memicu kekeringan di wilayah tropis dan mengurangi kemampuan hutan, vegetasi dan lautan dalam menyerap emisi karbon. Hutan, vegetasi dan lautan menyerap separuh emisi CO2 dunia.

Dari 1990 hingga 2015, telah terjadi kenaikan kekuatan radiasi (radiative forcing) – atau efek pemanasan global – sebesar 37% akibat emisi gas rumah kaca umur panjang seperti CO2, metana, gas nitrogen oksida (N2O) yang bersumber dari aktivitas rumah tangga, pertanian dan industri. Menurut WMO, karbon dioksida (CO2) menyumbang 65% efek pemanasan global yang bersumber dari GRK umur panjang. Sementara metana menyumbang 17% efek pemanasan global dari GRK yang berumur panjang. Sisanya berasal dari gas nitrogen oksida dan GRK yang lain.

Redaksi Hijauku.com