DSC_0895Pada acara memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2016, subsistem Wanantara yang bertemakan Aksi Indonesia Hijau mengajak komunitas komunitas untuk mendukung program peduli sampah melalui kampanye dan penyuluhan serta pungut sampah yang dialokasikan di wilayah Ragunan Jakarta Selatan.

Issue yang menjadi topik diskusi sebelum acara HSPN 2016, adalah untuk mengajak produsen agar ” Ikut Bertanggung Jawab atas Pengelolaan Sampah Industri ” karena hambatan terbesar adalah:

1. Daur-ulang sampah terjadi karena banyak produk tak dirancang untuk dapat didaur-ulang ketika sudah jadi sampah
2. Produsen hanya tidak mendapat insentif ekonomi yang menarik, atau
3. Hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan dampak kerusakan lingkungan karena produk yg diproduksi secara masal
4. Kurangnya edukasi dan dukungan prusahaan terhadap sampah yg menjadi issue nasional.

Dapat disimpulkan bahwa Perluasan Tanggung Jawab Produsen, sudah seharusnya menjadi kebijakan yang meminta produsen menggunakan kembali produk-produk dan kemasannya, bahkan membuat program atau sistem daur ulang sampai lapisan terbawah masyarakat.

Produsen wajib untuk bertanggun jawab terhadap seluruh siklus produk dan kemasan dari produk yang mereka hasilkan. Perusahaan yang menjual produk dan kemasan yang berpotensi menghasilkan sampah wajib bertanggung jawab baik secara financial maupun fisik, pada produk dan kemasan. Sudah seharusnya ada semacam kota ramah lingkungan atau wilayah terkecil yaitu RW, dimana ada suatu tempat yang mengelola penghancuran semua sampah plastik, perangkat elektronik bekas, dan lain lain untuk didaur ulang.

Untuk masyarakat sendiri Wanantara berusaha mengkampanyekan untuk menggunakan produk produk ramah lingkungan dan meminta untuk mengurangi produksi sampah yang kita hasilkan setiap hari.

Melihat kegelisahan tersebut, maka Divisi Pengabdian Mayarakat dalam lingkup organisasi Wanantara berusaha mendukung program program dan kebijakan soal sampah dalam skala nasional. Ada tiga tiga isu utama yang akan dikampanyekan oleh para sukarelawan Wanantara kepada umum yaitu,

1. Penanganan sampah
2. Pengurangan sampah
3. PEngelolaan sampah khusus.

Jenis sampah yang paling banyak dan paling menjadi persoalan adalah bahan plastik bekas kemasan makanan. Pada 2007, ada data bahwa sedikitnya terdapat enam juta ton sampah plastik, sedangkan di 2016 melonjak menjadi 3 kali lipat. Maka pemerintah harus bertindak dan tidak hanya membebankannya kepada rakyat.

Pola pikir masyarakat harus dirubah, produsen memfasilitasi kegiatan ini, sistem harus berjalan, dan semuanya adalah sinergi demi Indonesia bersih sampah 2020.

Kontak:

Ratdita Angga
Humas. Media dan Publikasi
HP: 082122075440

Email: wanantara.indonesia@gmail.com