Firefighter - Skeeze - PixabayOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Meteorologi Dunia (WMO) terbitkan panduan guna hadapi gelombang panas (heatwave). Panduan yang diluncurkan pada 1 Juli ini menerangkan risiko-risiko kesehatan yang diakibatkan oleh gelombang panas, yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. WHO dan WMO adalah dua organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Belum hilang dari ingatan, ribuan orang meninggal dunia di India dan Pakistan akibat gelombang panas ini. Bahkan pada 2003, gelombang panas di Eropa mencabut puluhan ribu nyawa, demikian juga gelombang panas di Rusia yang diikuti oleh kebakaran hutan dan polusi udara pada 2010.

Frekuensi gelombang panas ini, menurut Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) akan terus meningkat dalam 50 tahun terakhir. Tidak hanya di siang hari namun juga di malam hari. Gelombang panas semakin sering terjadi di seluruh daratan di bumi. Kenaikan suhu pada malam hari misalnya, juga dirasakan oleh di Indonesia.

Dalam laporannya yang diluncurkan pada tanggal 22 Juni, Lancet Commission on Health and Climate Change menyatakan, perubahan iklim akan berdampak sangat besar (catastrophic) terhadap kesehatan masyarakat.

Laporan ini memrediksi, gelombang panas dengan skala seperti di Rusia pada 2010 akan semakin sering terjadi. Menurut skenario perubahan iklim tercanggih, kondisi gelombang panas ini akan semakin umum di berbagai wilayah dunia, terutama pada musim panas.

Proporsi jumlah penduduk berusia di atas 65 tahun yang semakin banyak dan pola migrasi ke perkotaan berpotensi memerbesar risiko gelombang panas ini.

Namun menurut WHO dan WMO, risiko kesehatan ini bisa dikurangi dengan mengembangkan sistem peringatan dini yang sistematis. Sistem ini akan memberikan prediksi iklim dan meteorologi, sehingga bisa membantu para pembuat kebijakan mengambil keputusan yang bisa mengurangi risiko gelombang panas terhadap kesehatan.

Sistem peringatan dini sudah dikembangkan di beberapa negara. Sistem ini memerlukan kerja sama yang erat antara organisasi kesehatan dan badan meteorologi, yang selama ini belum dioptimalkan. Panduan WHO dan WHO terkait gelombang panas bisa diunduh dalam tautan berikut: Heatwaves and Health: Guidance on Warning-System Development.

Redaksi Hijauku.com