MIT membranless batteray - Felice FrankelTim peneliti dari MIT temukan baterai isi ulang baru tanpa membran yang mampu menghasilkan dan menyimpan listrik berkapasitas tinggi.

Menghilangkan membran berarti memangkas biaya secara signifikan sehingga produk baterai yang dihasilkan bisa diluncurkan dengan harga bersaing.

Prototipe seukuran tangan yang dihasilkan oleh tim MIT berhasil menghasilkan tenaga tiga kali lipat lebih banyak per centimeter persergi (cm2) dibanding dengan baterai bermembran biasa.

Tingkat energi ini lebih tinggi dibandingkan baterai lithium ion, baterai eksperimen dan baterai komersial lain yang ada di pasar.

Baterai tipe baru ini menyimpan dan melepaskan energi melalui teknik “laminar flow” dimana dua caitan dipompakan melalui saluran yang di dalamnya mengalami reaksi kimia antara dua elektrode yang menyimpan atau melepas energi.

Dalam kondisi yang ideal, kedua cairan ini mengalir secara paralel dan sedikit mengalami pencampuran. Aliran ini secara alami memisahkan kedua cairan tersebut tanpa memerlukan bantuan membran yang berbiaya mahal.

Reaktan yang ada di dalam baterai mengandung solusi bromin cair dan bahan bakar hidrogen. Tim peneliti menggunakan bromin karena bahan kimia ini mudah diperoleh dengan harga terjangkau.

Amerika Serikat memroduksi 243.000 ton bromin setiap tahun. Selain murah, reaksi kimia antara bromin dan hidrogen juga berpotensi menyimpan energi. Selama ini asam hidrobromin (hasil reaksi antara bromin dan hidrogen) cenderung merusak membran baterai sehingga mengurangi kemampuan penyimpanan dan umurnya.

Tim peneliti menemukan solusinya yaitu menciptakan baterai tanpa membran yang lebih murah dan efisien. Fasilitas penyimpanan energi berbiaya terjangkau ini akan membawa manfaat pada pengembangan energi baru dan terbarukan, seperti energi surya dan energi angin yang selama ini masih terkendala pada fasilitas penyimpanan energi (baterai) yang belum bisa diandalkan.

Sehingga tidak berlebihan jika kita berharap harga baru dan energi terbarukan pada masa datang akan semakin murah, menghilangkan kebutuhan akan energi kotor yang berasal dari bahan bakar fosil.

Redaksi Hijauku.com