Skipjack tuna shoal - Wikimedia CommonsLaut menutupi 71% permukaan bumi. Namun, tidak seperti di darat, pengetahuan kita mengenai dampak pemanasan global dan perubahan iklim terhadap kehidupan di laut seperti tetes air di tengah lautan.

Guna mengungkap permasalahan tersebut, tim ilmuwan internasional melakukan analisis global mengenai dampak perubahan iklim terhadap kehidupan di laut.

Tim dari 17 institusi termasuk National Center for Ecological Analysis and Synthesis (NCEAS) melakukan penelitian selama tiga tahun, didanai oleh National Science Foundation.

Hasilnya, tim peneliti menyimpulkan, peningkatan suhu samudera menyebabkan perubahan pola makan, pola berkembang biak dan waktu migrasi spesies laut termasuk memicu pergeseran habitat mereka.

Pergeseran distribusi spesies dan jadwal alami di laut (phenology) itu terjadi secara sistemik dengan skala yang setara bahkan lebih besar dibanding pergeseran spesies di darat. Spesies yang mengalami pergeseran terbesar adalah phytoplankton, zooplankton, dan ikan bertulang keras (bony fish).

“Distribusi spesies laut di garda depan terus bergeser ke kutub dengan kecepatan rata-rata 72 kilometer per dekade — lebih cepat dibanding spesies di darat yang juga bergeser ke wilayah kutub dengan kecepatan rata-rata 6 kilometer per dekade,” ujar Elvira Poloczanska, peneliti dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Marine and Atmospheric Research di Brisbane, Australia yang memimpin penelitian ini. “Kondisi ini terjadi walaupun suhu permukaan laut memanas tiga kali lipat lebih lambat dibanding suhu di darat.”

Tidak seperti penelitian perubahan iklim sebelumnya, yang banyak mengandalkan data-data dari darat guna meramalkan dampak perubahan iklim terhadap spesies di laut, tim NCEAS mengumpulkan informasi dari tujuh negara sehingga terkumpul data 1.735 perubahan ekosistem kelautan.

Data perubahan ini adalah hasil pengamatan dengan periode rata-rata selama 40 tahun. “Data ini adalah dokumentasi paling komprehensif terkait dampak perubahan iklim terhadap kehidupan di laut,” ujar Camille Parmesan, profesor di Department of Integrative Biology di University of Texas, Austin. “Dampak perubahan iklim tidak berubah: periode dan lokasi spesies laut terus bergeser mengikuti pergeseran iklim.”

Redaksi Hijauku.com