Diperlukan langkah drastis kurangi emisi gas rumah kaca guna mencegah krisis kenaikan permukaan air laut. Karena konsentrasi emisi gas rumah kaca di atmosfer saat ini, akan terus memicu kenaikan air laut dalam beribu tahun ke depan.

Hal ini terungkap dari penelitian terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Environmental Research Letters, Selasa (2/10). Penelitian ini adalah penelitian pertama yang menganalisis model kenaikan air laut dalam seribu tahun ke depan dengan memertimbangkan kondisi lapisan es dan kenaikan suhu bumi.

Hasil penelitian ini menunjukkan, air laut akan naik minimal 1,1 meter pada tahun 3000 akibat kandungan emisi gas rumah kaca yang ada di atmosfer saat ini. Dampak kenaikan air laut ini bisa semakin buruk tergantung dari upaya dan keberhasilan dunia mengurangi emisi gas rumah kaca.

Lapisan es mengalami perubahan yang sangat lamban – dalam waktu ribuan tahun. Jika dunia mengikuti skenario kenaikan emisi dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), para peneliti menyatakan, kenaikan permukaan air laut akan bisa mencapai 2,1-6,8 meter.

“Kandungan emisi gas rumah kaca di atmosfer benar-benar menjadi racun bagi iklim dunia. Apapun yang kita lakukan, yang menimbulkan dampak pada iklim, akan berdampak panjang pada lapisan es dan kenaikan permukaan air laut,” ujar Professor Philippe Huybrechts, yang turut menyusun penelitian ini.

Dalam semua skenario yang dianalisis oleh para peneliti, mencairnya lapisan es di Greenland akan menyumbang lebih dari 50% kenaikan air laut; sementara kenaikan suhu di samudra menjadi penyebab kenaikan permukaan air laut yang kedua.

Para peneliti menggunakan model perubahan iklim bernama LOVECLIM, guna menganalisis berbagai faktor penyebab kenaikan air laut, termasuk lapisan es yang ada di kutub. Professor Huybrechts menyatakan, lapisan-lapisan es yang ada di kutub saat ini menyimpan potensi kenaikan air laut setinggi 65 meter, yang akan terjadi sebagai dampak perubahan iklim dan pemanasan global.

“Manusia harus menjaga konsentrasi emisi gas rumah kaca serendah mungkin. Salah satu langkah paling realistis adalah dengan mengurangi emisi secara drastis. Semakin besar dampak perubahan iklim yang bisa dikurangi, semakin besar dampak buruk kenaikan air laut yang bisa dicegah,” tuturnya.

Redaksi Hijauku.com