Universitas Yale dan Universitas Columbia bekerja sama dengan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) kembali menerbitkan Indeks Kinerja Lingkungan Hidup (IKLH) atau Environmental Performance Index 2012.

Dalam laporan yang dirilis Rabu, 25 Januari, Swiss menempati peringkat pertama (dengan skor 76,69) dari 132 negara dengan kinerja lingkungan hidup terbaik atas keberhasilannya mengontrol polusi dan mengelola sumber daya alam. Swiss juga berhasil mendapatkan nilai yang tinggi karena keberhasilannya menyediakan air minum dan menjaga habitat dan keanekaragaman hayati mereka.

Peringkat kedua hingga kelima diduduki oleh Latvia (dengan skor 70.37), Norwegia (69,92), Luxemburg (69,2), dan Costa Rica (69.03). Kelima peringkat teratas tersebut membuktikan bahwa negara-negara dengan tingkat pendapatan menengah pun bisa berprestasi dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Latvia, negara dengan Produk Domestik Bruto per kapita yang US$12.938 dan Costa Rica (dengan PDB per kapita US$10.238) berhasil mematahkan mitos bahwa tingkat pendapatan adalah satu-satunya penentu kinerja lingkungan hidup. Kebijakan dan tata kelola pemerintahan yang baik juga menjadi penentu kinerja lingkungan hidup sebuah negara.

Negara yang menduduki peringkat terbawah dalam IKLH 2012 adalah Afrika Selatan (dengan skor 34,55), Kazakhstan (dengan skor 32,94), Uzbekistan (32.24), Turkmenistan (31.75), dan Irak (25.32).

Negara-negara yang berada dalam peringkat terbawah tersebut memiliki masalah besar dalam pengelolaan lingkungan hidup diantaranya adalah kelangkaan air bersih dan lemahnya pemerintahan menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya alam.

Tahun ini Indeks Kinerja Lingkungan Hidup juga memerkenalkan cara pengukuran peringkat baru yang disebut dengan Tren Indeks Pengelolaan Lingkungan Hidup (Tren IKLH). Tren ini menilai kinerja lingkungan hidup suatu negara selama 10 tahun terakhir (2000-2010).

Latvia menempati peringkat pertama dalam Tren IPLH diikuti oleh Azarbaijan, Romania, Albania, dan Mesir. Perbaikan kualitas udara dan menurunnya tingkat kematian anak menjadi faktor pendorong perbaikan kinerja lingkungan hidup Latvia dan Azarbaijan.

Estonia, Saudi Arabia, Kuwait, Russia, Bosnia dan Herzegovina adalah negara-negara dengan Tren IKLH terburuk. Russia menempati peringkat terbawah Tren IKLH karena praktik eksploitasi perikanan dan sumber daya hutan di negara tersebut.

Negara kita tercinta, Indonesia, menempati peringkat ke-74 dalam IKLH 2012, jauh di bawah negara-negara Asean lain seperti Malaysia (di peringkat ke-25), Brunei Darussalam (26), Thailand (34), Filipina (42), Singapura (52), Kamboja (59), Myanmar (69). Hanya Vietnam yang memiliki peringkat di bawah Indonesia yaitu peringkat ke-79, sementara Laos tidak masuk peringkat.

Sementara untuk peringkat Tren IKLH 2012 yang mengukur kinerja lingkungan hidup dalam 10 tahun terakhir, Indonesia menempati peringkat ke-66, masih di bawah Malaysia yang diperingkat ke-33, Thailand (10), Filipina (43), Singapura (36), Kamboja (44) dan Myanmar (47) . Hanya dua negara Asean yang memiliki peringkat di bawah Indonesia yaitu Vietnam (73) dan Brunei Darussalam (119).

Berkaca dari peringkat IKLH 2012 ini, pelajaran apa yang bisa kita peroleh? Kita tunggu jawabannya dalam dua tahun mendatang.

Redaksi Hijauku.com