Suhu bumi tahun ini adalah yang terpanas kesepuluh sejak tahun 1850 dan tertinggi sepanjang sejarah terjadinya La Niña.

La Niña adalah fenomena meteorologis yang seharusnya memicu pendinginan atmosfer bumi. Namun kondisi suhu bumi yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Bumi telah mencetak rekor tertinggi pemanasan global dalam satu dekade terakhir.

Menurut laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), setelah tahun 1997, telah tercipta 13 rekor pemanasan global dan periode terpanas bumi sepanjang sejarah terjadi antara tahun 2002 dan 2011 dengan kenaikan suhu mencapai 0,46 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang.

Laporan ini – sebagaimana sudah ditulis oleh Hijauku.com sebelumnya – juga mencatat rekor kenaikan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi, yang bisa menyebabkan suhu rata-rata bumi mendekati batas maksimal kenaikan suhu yang direkomendasikan yaitu dua derajat Celsius.

Jika tren kenaikan suhu bumi ini terus berlanjut, perubahan iklim yang tak mungkin bisa diperbaiki akan terjadi.

Menurut WMO, kondisi cuaca tahun ini sangat dipengaruhi fenomena La Niña yang dimulai dari wilayah Pasifik pada akhir tahun lalu dan berlanjut hingga Mei tahun ini.

Para peneliti mengaitkan fenomena meteorologis ini dengan bencana kekeringan di wilayah timur Afrika, wilayah Pasifik Tengah dan wilayah selatan Amerika Serikat.

La Niña juga menyebabkan banjir besar di wilayah selatan Afrika dan Asia, wilayah timur Australia dan wilayah tengah dan selatan Amerika.

WMO juga mencatat, luas permukaan es di Antartika tahun ini adalah yang terendah kedua sepanjang sejarah, dengan luas 4,33 juta km2. Sementara volume es di Antartika tahun ini adalah yang terkecil yang pernah tercatat yaitu 4200 kubik kilometer.

Semua penemuan di atas menurut Sekjen WMO, Michel Jarraud, bisa menjadi landasan ilmiah bagi para pemimpin dunia yang saat ini terlibat dalam konferensi perubahan iklim di Durban, Afrika Selatan, guna menciptakan kebijakan mengikat yang bisa menekan emisi dan kenaikan suhu bumi.

WMO akan menerbitkan laporan dan pernyataan final terkait iklim 2011 pada Maret tahun depan.

Redaksi Hijauku.com