Upaya meningkatkan kapasitas listrik bisa dilakukan dengan memanfaatkan “limbah energi” melalui bantuan teknologi (co-generation technology).

Praktik itu kini menjadi tren penting dalam pengembangan sektor energi modern. Teknologi yang memanfaatkan “limbah energi” ini juga dilihat sebagai salah satu cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan emisi gas-gas berbahaya lain seperti gas nitrogen oksida (Nox) dan sulfur dioksida (SO2).

Salah satu negara yang telah menggunakan teknologi ini adalah Ukraina. Ukraina mengembangkan sektor energi listrik alternatif baru dengan menerapkan teknologi penggabungan atau “co-generation” ini.

Saat ini, Ukraina menghasilkan 9% dari seluruh kapasitas listriknya dengan “mendaur ulang” limbah energi melalui bantuan teknologi. Sebanyak 3.100 MW kapasitas energi listrik Ukraina bersumber dari energi dengan bahan baku limbah panas (waste heat), yang merupakan produk sampingan dari pabrik, kilang dan pembangkit listrik konvensional.

Dulu, limbah panas ini selalu terbuang dan tidak digunakan kembali sebagai sumber energi potensial. Kini melalui teknologi “combined heat and power plants” (CHP), limbah panas bisa digunakan lagi untuk menghasilkan energi.

Namun upaya Ukraina untuk mengembangkan teknologi energi gabungan ini menghadapi kendala. Sebagian besar teknologi dan pembangkit listrik gabungan Ukraina adalah peninggalan rejim Uni Soviet yang sudah tidak efisien dan perlu dimodernisasikan.

Untuk itu, Ukraina melakukan reformasi di sektor energi pada 2005 dengan menciptakan undang-undang baru guna menjamin ketersediaan panas untuk rumah tangga.

Undang-undang tersebut juga memberikan insentif bagi penggunaan teknologi gabungan energi canggih (seperti teknologi CHP) dan teknologi penghemat listrik yang didukung oleh peraturan serta alat pengukur konsumsi energi.

Ukraina juga memberikan insentif bagi masyarakat yang ingin menerapkan teknologi produksi listrik gabungan ini, sehingga teknologi energi gabungan ini bisa berkembang dan pada prakteknya bisa semakin mengurangi emisi.

Redaksi Hijauku.com