Cuaca Ekstrem di Bumi Saling Terkait
Tim peneliti dari Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK) berhasil menemukan benang merah di balik cuaca ekstrem dunia.
Tim peneliti dari Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK) berhasil menemukan benang merah di balik cuaca ekstrem dunia.
Pemanasan global mengubah pola cuaca normal, menambah frekuensi cuaca ekstrem.
Penanaman kembali hutan yang gundul (aforestasi) menyerap gas rumah kaca dan mampu mendinginkan suhu wilayah regional.
Pemanasan global kembali terbukti meningkatkan hujan ekstrem. Intensitas tertinggi terjadi di wilayah tropis.
Hutan hujan Amazon seluas dua kali wilayah California rusak akibat kekeringan ekstrem sejak 2005.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meramalkan hujan lebat dan sedang akan melanda sebagian besar wilayah Tanah Air.